Penanganan Tak Maksimal, Jakarta Endemik Demam Berdarah

Penanganan Tak Maksimal, Jakarta Endemik Demam Berdarah

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2011 22:05 WIB
Jakarta - Jakarta menduduki posisi kedua setelah Bali sebagai daerah yang paling rawan penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Salah satunya dikarenakan penanganan yang tak maksimal.

"Hal ini salah satunya akibat penanganan dan pencegahan penyebaran DBD yang belum maksimal oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta," kata anggota DPD DKI Jakarta Djan Faridz dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Selasa (14/6/2011).

Jakarta yang dinyatakan sebagai daerah endemik DBD, menurut Djan, menambah daftar ironi Jakarta yang sebelumnya gagal meraih Piala Adipura 2011.

Dia menyebutkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2010, kasus DBD di DKI sebesar 18.006 kasus, dengan tingkat kejadian rata-rata sebesar 202,4 per 100.000 penduduk. Angka itu jauh di atas target nasional, yaitu 150 per 100.000 penduduk. Karenanya wajar jika mengundang keprihatinan.

Catatan Kemenkes yang menyebut hampir di seluruh wilayah DKI sudah endemis DBD harus menjadi perhatian bersama. Apalagi Jakarta adalah Ibukota negara yang merupakan pintu gerbang negara Indonesia yang menentukan keluar dan masuknya penyakit DBD.

Endemi DBD di Jakarta, menurutnya, juga akibat sarana penunjang kesehatan yang masih sangat minim. Misalnya, pemukiman kumuh yang hampir merata di seluruh penjuru Jakarta, terutama
di seputar bantaran kali. Di pemukiman kumuh, sarana dan prasarana kesehatan jauh dari
memadai sehingga penyakit mudah menyerang.

Djan menyatakan, sebenarnya penyakit DBD di Jakarta hampir terjadi setiap tahun. Sayang sekali peristiwa ini selalu berulang padahal ada upaya dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mencegah DBD, misalnya dengan program Jumantik alias juru pemantau jentik. Namun hal ini belum menjangkau seluruh masyarakat DKI, sehingga hasilnya tidak maksimal.

Djan menambahkan, jika Pemprov DKI memiliki program yang jelas dalam upaya pencegahan dan penanganan DBD, maka di masa mendatang endemi DBD bisa diturunkan.

"Ini menutut komitmen penuh dari Pemerintah DKI Jakarta," ucap Djan.

(nvt/lrn)


Berita Terkait