KPU Tarik & Perbaiki Iklan Tata Cara Nyoblos Pilpres
Selasa, 22 Jun 2004 13:06 WIB
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menarik iklan di media cetak yang bertajuk "Tata Cara Nyoblos Pemilu Presiden dan Wapres 2004" yang isinya dinilai menyesatkan. Materi iklan akan diperbaiki dan versi revisinya diiklankan pada 28 Juni mendatang.Penarikan materi iklan yang isinya dinilai sebagian kalangan menguntungkan salah satu capres ini disampaikan Ketua Pokja Sosialisasi Pemilu Valina Sinka Subekti di KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (22/6/2004).Valina menyatakan secara substansial sebenarnya tidak ada yang salah dalam materi iklan tersebut. Hanya saja ada kesalahan teknis pracetak yang menyebabkan materi yang sebenarnya belum disetujui tapi terlanjur dicetak. Akibatnya ini menimbulkan kekhawatiran bahwa iklan tersebut menguntungkan salah satu capres. "Kami bisa memahami ketakutan masyarakat. Karena itulah materinya sudah kami tarik dan diperbaiki," jelas Valina.Valina juga membantah lolosnya materi iklan yang isinya menguntungkan capres perempuan, yakni Mega, itu karena ada faktor solidaritas gender. "Ah, nggak. Itu kesalahan teknis," tegasnya.Atas pertanyaan kenapa pemasangan materi iklan yang sudah direvisi baru dilakukan pada 28 Juni, Valina menjawab, "Di korannya kan kita harus antri kalau mau pasang iklan. Mekanismenya memang begitu."Iklan yang dipermasalahkan ini dimuat di berbagai harian pada Senin (21/6/2004) kemarin. Yang jadi masalah adalah petunjuk yang menyatakan surat suara sah semuanya bergambar pasangan pria dan wanita atau kebalikannya. Tidak ada yang bergambar pria dan pria, atau wanita-wanita. Sedangkan suara tidak sah bergambar dua gambar pasangan pria-pria dan satu satu gambar pasangan wanita-pria. Kolom pertama bergambar pria-pria dengan keterangan, mencoblos di luar kotak segi empat. Dan gambar selanjutnya adalah mencoblos lebih dari satu pasangan calon.Padahal, pasangan wanita-pria itu hanyalah Mega-Hasyim. Jadi iklan itu memunculkan kesan, seolah-olah suara jadi sah kalau mencoblos Mega dan Hasyim saja.
(gtp/)











































