Berdasarkan keterangan dari Pemkab Tapanuli Utara, Selasa (14/6/2011), rumah warga yang rusak itu kebanyakan berada di Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Simangambat. Sejauh ini dilaporkan, tidak ada korban jiwa akibat tersebut.
Selain merusak 165 rumah, gempa juga menyebabkan kerusakan pada lima unit gedung sekolah. Jumlah bangunan yang rusak akibat gempa ini, diperkirakan akan lebih banyak seiring dengan pendataan yang dilakukan. Warga yang rumahnya rusak akibat guncangan gempa, kini mendirikan tenda-tenda darurat dan berencana bermalam di sana pada malam ini.
Sekretaris Daerah Tapanuli Utara Sanggam Hutagalung menyatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan beberapa langkah penanganan. Hal yang utama adalah memberikan pertolongan secara medis kepada para warga yang umumnya shock atas kejadian ini.
"Posko sudah didirikan, posko kesehatan," kata Sanggam Hutagalung kepada wartawan.
Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang melanda Tapanuli Utara terjadi dua kali. Guncangan pertama terjadi sekitar pukul 07.08 WIB, dan gempa kedua sekitar pukul 10.01 WIB. Keduanya berkekuatan 5,5 SR.
Kendati tidak begitu kuat, namun karena pusat gempa agak di permukaan, hentakannya menyebabkan kerusakan rumah warga dan juga mengakibatkan longsornya bukit dan sempat menimbun badan jalan.
(rul/fay)











































