"Belum bisa terekam," kata Patrialis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/6/2011). "Nggak mudah melacak dia di mana."
Saat ini, kata Patrialis, pihaknya menunggu pelacakan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kalau sudah ketahuan di mana, ya diekstradisi," ujar Patrialis yang mengenakan safari warna gelap ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dengan kepala intelijennya juga kenal baik," ujarnya.
Sejak tiga bulan lalu, KPK telah menetapkan Nunun Nurbaetie sebagai tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada tahun 2004. Selama proses hukum berlangsung, istri mantan Wakapolri Komjen (Purn) Adang Daradjatun itu berada di Singapura dengan alasan mengobati sakit lupa yang diderita.
Pekan ini Nunun resmi menjadi buronan Interpol di 188 negara. Adang, yang kini anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, bersikeras menolak membantu KPK untuk menjalankan proses hukum dengan mengungkap keberadaan Nunun.
(lrn/lh)











































