Patrialis: Tidak Mudah Melacak Nunun

Patrialis: Tidak Mudah Melacak Nunun

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2011 18:33 WIB
Jakarta - Hingga kini keberadaan Nunun Nurbaetie di luar negeri belum bisa dilacak. Tidak mudah mengendus pelarian tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu meski lewat jejak keimigrasian.

"Belum bisa terekam," kata Patrialis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/6/2011). "Nggak mudah melacak dia di mana."

Saat ini, kata Patrialis, pihaknya menunggu pelacakan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kalau sudah ketahuan di mana, ya diekstradisi," ujar Patrialis yang mengenakan safari warna gelap ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski perjanjian ekstradisi Indonesia dan Singapura belum diratifikasi, Patrialis mengatakan, pemerintah bisa berkomunikasi dengan pihak intelijen Negeri Singa untuk melacak Nunun. Seperti diketahui, Nunun pernah mengaku berobat di Singapura, sebelum akhirnya terlacak di Kamboja.

"Saya dengan kepala intelijennya juga kenal baik," ujarnya.

Sejak tiga bulan lalu, KPK telah menetapkan Nunun Nurbaetie sebagai tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada tahun 2004. Selama proses hukum berlangsung, istri mantan Wakapolri Komjen (Purn) Adang Daradjatun itu berada di Singapura dengan alasan mengobati sakit lupa yang diderita.

Pekan ini Nunun resmi menjadi buronan Interpol di 188 negara. Adang, yang kini anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, bersikeras menolak membantu KPK untuk menjalankan proses hukum dengan mengungkap keberadaan Nunun.

(lrn/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads