"Soal Nazar itu, dia datang kan mau dihukum dan curhat. Bahwa dia sudah bekerja dengan Demokrat," kenang Marzuki usai menerima Agusrin di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Selasa (14/6/2011).
Bagi Marzuki, sah-sah saja ia bertemu dengan siapa saja. Namun ia tetap berkomitmen pada proses penegakan hukum di Indonesia.
"Saya sepakat koruptor dihukum berat dan dimiskinkan," kata Marzuki.
Namun ia tetap merasa heran dengan sikap sebagian masyarakat Indonesia yang cenderung tidak menggunakan proses hukum sebagai dasar penilaian. Kebanyakan masyarakat sudah menganggap seorang tersangka kasus korupsi seolah-olah sudah bersalah.
"Kita agak prihatin begitu jadi tersangka jadi musuh bersama, jadi racun, virus, dan sebagainya harus dijauhi," kata anggota Dewan Pembina PD ini.
(adi/gun)











































