Ratusan pegadang tradisional di Pasar Tugu, Pasir Pangaraian menolak pemindahan lokasi ke pasar modern. Mereka digusur paksa oleh Satpol PP yang langsung dipimpin Bupati Rohul, Achmad.
Ratusan pedagang ini menolak untuk dipindahkan. Mereka menghalau Satpol PP yang akan mengusir paksa, Selasa (14/6/2011). Tak terima atas perlakuan penggusuran ini, para pedagang ramai-ramai melempari Bupati Rohul dengan dagangan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita menolak pemindahan ke pasar modren. Karena di pasar baru itu sepi pengunjung. Jelas kami menolak, karena dagangan kami tidak laku di sana," kata Rohmadi salah seorang pedagang.
Sementara itu, Humas Pemkab Rohul, Yusmar saat dihubungi detikcom, membantah jika Bupati Rohul dilempari cabai busuk. "Pedagang memang melempari dagangannya. Namun lemparan itu diarahkan ke Satpol PP, bukan ke bupati," kata Yusmar.
Menurutnya, Pemkab Rohul memang mengajak masyarakat pedagang untuk pindah ke lokasi pasar yang baru. Ini karena lokasi pasar yang lama tempatnya kurang layak.
"Kita kan mengajak mereka untuk pindah ke tempat yang lebih baik dan bersih. Sudah banyak pedagang lainnya yang pindah ketempat yang baru. Kalaupun ada penolakan, hanya sebagian kecil saja," kata Yusmar.
Menurutnya, kondisi saat ini sudah kondusif. Namun demikian pihaknya tetap memantau di lokasi pasar guna menghindari hal yang tidak diinginkan.
"Jadi tidak benar kalau Bupati Rohul disebut-sebut dilempari cabai," kata Yusmar.
(cha/fay)











































