"Sekarang lebih dari 3 ribu (personel) untuk amankan itu. Kalau diserang tentu balas diserang sesuai dengan serangannya. Kalau ditembak, polisi juga siap tembak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (14/6/2011).
Mengenai adanya SMS ancaman yang merebak seiring dengan akan digelarnya sidang Ba'asyir pada Kamis 16 Juni, lanjut Baharudin, setiap orang harus selektif melihat ancaman. Tidak boleh menyepelekan, namun tidak juga melebih-lebihkan ancaman tesebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi masih menelusuri adanya SMS ancaman tersebut melalui unit cyber crime. Apakah akan diproses hukum, polisi masih melihat dampak dari ancaman tersebut.
"Apakah dipenuhi unsur teror atau justru pasal lain. Yang jelas perbuatan ini sudah meresahkan masyarakat," tegasnya.
Menurut Baharudin, keamanan Jakarta hingga kini masih terkendali. Masyarakat diimbau untuk tidak terlalu khawatir.
"Tapi tetap waspada. Masyarakat boleh kemana saja. Intelijen tetap bekerja," pintanya.
Sebelumnya SMS ancaman beredar di masyarakat. Isi SMS yang beredar hari ini berasal dari nomor 08212355XXXX. Isi SMS dari nomor itu, terkait pemasangan puluhan peledak di sejumlah titik dan akan diledakkan bersamaan dengan vonis yang akan dijatuhkan hakim pada Ba'asyir.
Terkait isu ancaman itu, pihak Ba'asyir melalui Direktur Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Sonhadi membantahnya. Menurutnya, SMS gelap ancaman bom itu rekayasa.
(gus/nrl)











































