"Kami di Indonesia menyebut para pekerja migran sebagai pahlawan devisa karena kerja keras mereka dan pengabdian tanpa pamrih untuk menghidupi keluarga di rumah," kata SBY.
Hal tersebut disampaikan SBY saat berpidato di Palais des Nation, markas PBB di Jenewa, Swiss, Selasa (14/6/2011) yang diikuti langsung oleh wartawan detikcom Rachmadin Ismail. Hadir dalam acara ini para petinggi ILO, seperti Dirjen ILO Juan Somavia dan Presiden Konferensi Buruh Internasional Robert Nkili.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut SBY yang tampil dengan setelan jas hitam ini, para TKI adalah bagian penting dalam kehidupan ekonomi Indonesia. Saat ini diperkirakan ada 150 juta pekerja migran di seluruh dunia.
"Mereka adalah pemain penting dalam era keadilan sosial ini. Kami tidak bisa mengabaikan kontribusinya bagi ekonomi negara mereka," imbuhnya.
Karena itu, SBY berharap konferensi yang digelar di Jenewa dan sejumlah konvensi yang akan diratifikasi nantinya, mampu melindungi para TKI. Ini adalah isu penting bagi Indonesia, karena sebagian besar para pekerja merupakan buruh yang mencari penghasilan di luar negeri.
"Pemerintahan kami sedang mengintensifkan kerjasama dengan agen perekrutan TKI, baik di dalam dan luar negeri untuk memastikan keselamatan mereka dan perlindungan," jelasnya.
Pidato SBY ini mendapat respons positif dari para peserta delegasi. Mereka memberikan standing applause khusus usai acara.
(mad/vit)










































