Deplu RI: Tidak Ada Joint Patrol di Selat Malaka
Selasa, 22 Jun 2004 12:22 WIB
Jakarta - Jubir Deplu RI Marty Natalegawa menegaskan, tidak ada gagasan untuk mengadakan patroli bersama alias joint patrol di Selat Malaka. Yang ada adalah upaya peningkatan koordinasi patroli atau coordinated patrol.Demikian dinyatakan Marty dalam press briefing di kantornya, Jl.Pejambon, Jakpus, Selasa (22/6/2004). Pernyataannya sehubungan pemberitaan di media massa bahwa ada gagasan dari RI mengenai joint patrol, sedangkan Malaysia tidak bisa menerima gagasan itu sehingga seolah-olah ada pertentangan antara kedua negara pantai itu."Sepengetahuan kami, dari pemerintah Indoensia belum ada gagasan untuk joint patrol untuk Selat Malaka. Yang ada selama ini adalah coordinated patrol," tegas Marty.Perbedaan keduanya, jika coordinated patrol, kita saling menginformasikan bahwa kita akan mengadakan patroli di titik-titik tertentu di wilayah kita pada waktu tertentu dan mereka (negara tetangga) akan mengadakan patroli di titik-titik tertentu di wilayah mereka pada waktu tertentu, sehingga saling mengisi dan tidak ada daerah rawan yang tidak terpantau.Sedangkan joint patrol, secara fisik bersama-sama mengadakan patroli, baik RI, Singapura, dan Malaysia. "Itu yang selama ini belum terjadi. Jadi yang dimaksud adalah peningkatan coordinated patrol, bukan joint patrol," tegas Marty,Coordinated patrol yang ada sekarang adalah rangkaian bilateral yaitu antara Indonesia dan Malaysia dan Indonesia-Singapura. "Saya belum tahu apakah ada coordinated patrol antara Malaysia-Singapura," kata Marty.Marty menyatakan, pandangan dan sikap Indonesia-Malaysia tetap sama. Yaitu pertama, menentang penempatan pasukan asing di Selat Malaka. Kedua, menekankan bahwa tanggung jawab utama pengamana Selat Malaka adalah pada negara pantai yaitu Indonesia dan Malaysia. "Namun tetap terbuka bagi pihak luar untuk peningkatan kelembagaan dan manusia yaitu dalam bentuk pelatihan," demikian Marty.
(nrl/)











































