Survei: Islam Lebih Jadi Identitas daripada Kebangsaan

Survei: Islam Lebih Jadi Identitas daripada Kebangsaan

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2011 16:16 WIB
Jakarta - Para pemuda Muslim lebih merasa beridentitas sebagai orang Islam daripada orang Indonesia. Namun bukan mereka tidak nasionalis.

Hal ini terungkap dalam pertanyaan dalam survei Lembaga Survei Indonesia dan Goethe Institut. Pada 1496 responden pemuda muslim ditanyakan. "Saya melihat diri saya sebagai seorang?..."

"47,5 persen melihat dirinya lebih dulu sebagai orang Islam. Sementara 40,8 persen melihat dirinya pertama sebagai orang Indonesia. Sementara hanya 10,7 persen melihat dirinya sebagai perwakilan etnisitas seperti Jawa, Sunda dan lainnya," ujar peneliti dan direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi di Goethe Institut, Jl Sam Ratulangi, Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei ini merupakan kerjasama LSI, Goethe Institut, Friedrich Naumann Stiftung dan Fur Die Freiheit.

Namun menurut Burhan hal ini bukanlah masalah. Selisih antara identitas keagamaan dan nasional hanya terpaut sedikit.

"Bedanya tindak jomplang. Tidak terlalu masalah," katanya.

Uniknya, pemuda Muslim yang hidup di perkotaan serta berpendidikan tinggi lebih konservatif daripada pemuda yang tinggal di pedesaan.

"Di perkotaan, orang-orang lebih sering berkompetisi daripada di pedesaan. Akhirnya mereka merasa agama adalah jalan keluar dari berbagai masalah," terang Burhan.

Survei dilakukan pada 1496 responeden di seluruh Indonesia yang berumur 15 hingga 25 tahun. Pendidikan responden bervariasi dari SD hingga perguruan tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dari tanggal 18-26 November 2010. Margin of error sekitar 2,6 persen.

(rdf/gun)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads