Jika Kongres Luar Biasa Bisa Digelar, Demokrat Terlihat Rapuh

Jika Kongres Luar Biasa Bisa Digelar, Demokrat Terlihat Rapuh

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2011 15:47 WIB
Jakarta - Isu demi isu menerpa Partai Demokrat. Salah satunya adalah isu tentang kongres luar biasa (KLB) terkait kasus yang menimpa mantan Bendahara Umum PD, M Nazaruddin. Jika KLB yang bertujuan melengserkan Anas Urbaningrum digelar malah memperlihatkan kerapuhan Demokrat.

"KLB justru membuat Demokrat terlihat rapuh. Demokrat ini memang baru lahir pada 2004 sehingga belum teruji untuk mengelola konflik, beda dengan partai lainnya yang lebih dulu ada," kata pengamat politik Arie Sudjito dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (14/6/2011).

Menurut Arie, KLB justru menjadi pintu masuk penajaman faksi. Karena itu, dia tidak yakin Demokrat akan mengambil opsi itu untuk menyelesaikan masalah internalnya.

KLB di mata Arie adalah cara yang radikal sehingga menimbulkan polarisasi faksi. Risiko yang diambil Demokrat terlalu besar jika sampai menggelar KLB.

"Meskipun ada SBY sebagai sosok pemersatu secara simbolik tapi faksinya memang tajam. Kalau KLB muncul akan semakin pecah. Bisa saja dikipasi kelompok lain," ucap pria yang juga Ketua Umum Pergerakan Indonesia ini.

Sebelumnya diberitakan, internal PD tengah dihantui semangat untuk menggelar KLB guna menggantikan sosok Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Ini sebagai dampak dari munculnya masalah mantan Bendahara PD Nazaruddin yang tersangkut kasus suap di Kemenpora.

Ada perbedaan pandangan elite PD terkait kasus Nazaruddin itu, yang mirip dengan kompetisi pada Kongres PD. Ketua Departemen Kominfo PD Ruhut Sitompul, Ketua Departemen Hukum PD Benny K Harman, dan Wakil Ketua FPD DPR Sutan Bathoegana, yang dulu merupakan tim sukses Anas Urbaningrum, selalu berbicara baik terkait Nazaruddin.

Sebaliknya, Dewan Kehormatan Partai Demokrat yang terdiri dari menteri-menteri PD yang mendukung Andi Mallarangeng dalam kancah kongres PD memutuskan memecat Nazaruddin dari kursi bendahara. Pasca pencopotan Nazaruddin, situasi di internal PD kian memanas.

Isu KLB juga sudah dibantah oleh Ketua FPD, M Jafar Hafsah. "Tidak ada Kongres Luar Biasa. Tidak ada DPD yang pecah," kata Jafar Hafsah, di gedung DPR kemarin.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie pun meminta semua kader PD untuk tidak mewacanakan KLB. Dia mengimbau semua kader PD cooling down. Menurut Marzuki PD harus solid menghadapi pemilu 2014. Karena banyak partai lain yang terus konsolidasi dan bisa mengancam eksistensi PD.

(vit/nrl)


Berita Terkait