Separator Plasa Semanggi Dibuka, Pintu Tol Semanggi I Bisa Ditutup

Separator Plasa Semanggi Dibuka, Pintu Tol Semanggi I Bisa Ditutup

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2011 15:45 WIB
Jakarta - Pembukaan separator Plasa Semanggi di Jl Gatot Subroto, Semanggi, Jakarta, akan berdampak terhadap kemacetan lalu litas. Jika para veteran tidak segera menutup separator, Polda Metro kemungkinan akan meminta PT Jasamarga untuk menutup Pintu Tol Semanggi I demi kurangi kepadatan akibat antrian.

"Di Semanggi I itu kan terjadi bottle neck. Kalau ke depan tidak juga ditutup, dengan pertimbangan kemacetan, maka akan kita tutup," kata Wakil Direktur Polda Metro Jaya AKBP Tomex Korniawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/6/2011).

Tomex mengatakan, kawasan Semanggi mengalami pucak kemacetan di ruas tersebut terjadi terutama pada jam-jam pulang kantor. "Peak hour terutama sore hari, jam 15.00-20.00 WIB," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengungkapkan, dengan dibukanya separator tersebut, kendaraan dari arah barat dan utara saling bersinggungan. Persinggungan ini mengakibatkan laju kendaaraan terhmbat hingga macet.

"Sehingga kecepatan kendaraan di lokasi berkurang, bahkan menjadi stuck karena banyaknya persinggungan," katanya.

Sengketa separator masih dalam pembahasan di Pemprov DKI dan pengelongan Gedung Veteran. Sementara untuk mengantisipasi kemacetan, petugas Polantas diterjunkan di lokasi untuk mengatur lalu lintas.

Dengan diskresi petugas, pintu tol Semanggi I juga ditutup jika kondisi alu lintas mengalami kemacetan. "Pada jam-jam tertentu tentu kita tutup dengan harapan agar kendaraan bisa dialihkan ke pintu tol berikutnya," katanya.

Namun diakuinya bahwa penutupan pintu tol Semanggi I tidak terlalu efektif mengantisipasi kemacetan. "Dibilang efektif itu tidak, karena pada peak hours, ekor kemacetan sampai ke MPR. Kalau tidak bersinggungan di Semanggi, mungkin lancar," ungkapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya masih akan mendiskusikan rencana penutupan pintu tol itu dengan PT Jasamarga. "Ini kan luas kajiannya, kemudian penggunaan jalan tol ini kan berkaitan dengan Jasamarga," lanjutnya.

"Kita tidak bisa secara total mengubah semuanya, harus satu persatu dulu. Kita tuntaskan dulu masalah truk," tutupnya.

(mei/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads