"(Keretakan) itu isapan jempol saja. Kepemimpinan Pak Anas Urbaningrum masih kokoh,'' ujar Ramadhan di sela-sela rapat Komisi II di Gedung DPR, Senayan, Selasa (14/6/2011).
Ramadhan membantah, atas mencuatnya kasus ini Partai Demokrat lantas terbelah bahkan ada yang mengusulkan Kongres Luar Biasa (KLB). Bagi Ramadhan PD tetap solid.
"Saya enggak pernah dengar, percikan saja enggak ada apalagi pembahasan soal KLB," imbuhnya.
Berkaitan dengan kasus Nazaruddin, sekali lagi Ramadhan mengatakan bahwa partai menyerahkanya pada proses hukum. Ramadhan percaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bekerja secara profesional.
"Nazar kita serahkan pada penegakan hukum. Jadi jangan ditarik ke politik. Semua parpol itu menghadapi persoalan hukum, pertanyaannya adalah bagaimana mereka menghadapinya," kata anggota Komisi II DPR ini.
Sebelumnya beredar kabar sejumlah DPD PD mendorong KLB. Ini berkaitan dengan perpecahan di internal PD menyangkut dugaan tersangkutnya mantan bendahara umum PD Muhamad Nazaruddin yang dikenal sebagai orang dekat Anas Urbaningrum dalam kasus suap Kemenpora.
(adi/nwk)











































