Nazaruddin Marah pada Pramono Anung, Sindir Pemeriksaan Mega di KPK

Nazaruddin Marah pada Pramono Anung, Sindir Pemeriksaan Mega di KPK

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2011 14:04 WIB
Jakarta - Meski sakit jantung, mantan bendahara Partai Demokrat (PD) M Nazaruddin masih mengikuti perkembangan pemberitaan seputar dirinya dari Singapura. Satu yang membuatnya marah yakni ucapan Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang meminta KPK menjemput paksa dirinya. Dia pun menyindir proses pemanggilan Ketum PDIP Megawati oleh KPK.

"Kok Ibu Megawati dipanggil KPK tidak datang, KPK diam saja dan Pramono tidak suruh KPK jemput paksa Ibu Megawati," kata Nazaruddin melalui pesan BlackBerry Messenger (BBM) yang diterima detikcom, Selasa (14/6/2011).

Nazaruddin kembali mengungkit sakit yang dideritanya sebagai alasan ketidakhadirannya saat dipanggil KPK. Dia juga menyatakan ketidaksukaannya ketika banyak pihak yang mempertanyakan kesehatannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kok saya masih sakit diributin?" ujarnya.

Pada Senin kemarin, Wakil Ketua DPR Pramono Anung meminta KPK untuk bersiap menjemput Nazaruddin di Singapura. Apalagi tidak ada yang menjamin Nazaruddin dalam kondisi sakit di Singapura.

"Dalam konteks ini kan masih ada panggilan pertama, kedua, nanti kalau sudah panggilan ketiga tidak bisa maka upaya hukum kewenangan sepenuhnya pada KPK dan itu harus dilakukan," tutur Pramono menanggapi dorongan PD meminta KPK menjemput paksa Nazaruddin. Hal ini disampaikan Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Nazaruddin seharusnya menjalani pemeriksaan pada Jumat pekan lalu dan Senin 13 Juni terkait kasus proyek di Kemendiknas dan dugaan suap Kemenpora. Namun Nazaruddin tak kunjung hadir, padahal sebelumnya dia mengaku akan datang ke Indonesia bila KPK memanggilnya.

Megawati dahulu pernah menjadi salah satu saksi yang diajukan oleh Max Moein, terdakwa kasus cek pelawat. Selain Megawati, politisi PDIP lainnya yakni Taufiq Kiemas, Theo Syafei, Sutjipto dan Heri Akhmadi. Namun elite PDIP tidak datang dan diwakili Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan juga Gayus Lumbuun.

(ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini