"Kok Ibu Megawati dipanggil KPK tidak datang, KPK diam saja dan Pramono tidak suruh KPK jemput paksa Ibu Megawati," kata Nazaruddin melalui pesan BlackBerry Messenger (BBM) yang diterima detikcom, Selasa (14/6/2011).
Nazaruddin kembali mengungkit sakit yang dideritanya sebagai alasan ketidakhadirannya saat dipanggil KPK. Dia juga menyatakan ketidaksukaannya ketika banyak pihak yang mempertanyakan kesehatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin kemarin, Wakil Ketua DPR Pramono Anung meminta KPK untuk bersiap menjemput Nazaruddin di Singapura. Apalagi tidak ada yang menjamin Nazaruddin dalam kondisi sakit di Singapura.
"Dalam konteks ini kan masih ada panggilan pertama, kedua, nanti kalau sudah panggilan ketiga tidak bisa maka upaya hukum kewenangan sepenuhnya pada KPK dan itu harus dilakukan," tutur Pramono menanggapi dorongan PD meminta KPK menjemput paksa Nazaruddin. Hal ini disampaikan Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Nazaruddin seharusnya menjalani pemeriksaan pada Jumat pekan lalu dan Senin 13 Juni terkait kasus proyek di Kemendiknas dan dugaan suap Kemenpora. Namun Nazaruddin tak kunjung hadir, padahal sebelumnya dia mengaku akan datang ke Indonesia bila KPK memanggilnya.
Megawati dahulu pernah menjadi salah satu saksi yang diajukan oleh Max Moein, terdakwa kasus cek pelawat. Selain Megawati, politisi PDIP lainnya yakni Taufiq Kiemas, Theo Syafei, Sutjipto dan Heri Akhmadi. Namun elite PDIP tidak datang dan diwakili Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan juga Gayus Lumbuun.
(ndr/nrl)










































