Survei LSI Jadi Patokan Untuk Golkar

Survei LSI Jadi Patokan Untuk Golkar

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2011 13:54 WIB
Jakarta - Hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survey Indonesia (LSI) besutan Denny JA ditanggapi positif oleh Fraksi Golkar. Hasil survei ini akan dijadikan peta jalan bagi langkah Golkar ke depan.

"Menyangkut hasil survei yang dilakukan LSI, saya kira untuk Golkar itu peta jalan bagi perjuangan Golkar selanjutnya. Untuk mengetahui posisi kita dan tentu saja kita bersyukur kepada Tuhan," kata Sekretaris Fraksi Golkar Ade Komarudin usai pertemuan dengan Bupati Morowali di ruang Fraksi Golkar Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/6/2011).

Menurut Ade, hasil survei itu didapat dari kerja keras. Program-program yang dilakukan Aburizal Bakrie sebagai Ketum DPP Golkar selama ini juga sudah menghasilkan peta jalan yang cukup baik dan menghasilkan rasa optimisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang 17 persen. Nanti bisa turun lagi. Tergantung kinerja Golkar dalam menjalankan programnya," jelasnya.

Ade mengatakan, kemenangan Golkar dalam survei LSI tersebut bukan hanya berkah 'durian runtuh' dari kasus Nazaruddin.

"Kita tidak mau menang di atas masalah orang lain. Kita ingin menang karena memang prestasi mengabdi pada masyarakat," jelasnya.

Saat ditanyakan mengenai survey LSI tersebut dibiayai Golkar, Ade tak membantah dan tak juga membenarkan. Menurut Ade, dalam setiap survei, Golkar ingin mengetahui mana tingkat elektibilitasnya yang tinggi.

"Golkar dengan semua surveyor bekerjasama. Karena nggak mungkin dilakukan oleh 1 surveyor. Saya tidak tahu apakah itu dibiayai Golkar atau bukan," jawabnya.

Survei LSI menyebut, Partai Demokrat pada Januari 2011 meraih dukungan 20,5 persen kini pada Juni 2011 hanya memperoleh 15,5 persen. Sedangkan Partai Golkar pada Januari 2011 hanya 13,5 persen, kini menanjak menjadi 17,9 persen atau unggul di atas Demokrat. Lalu PDIP pada Januari 2011 suara berkisar 12 persen, pada Juni 2011 mencapai 14,5 persen.

"Golkar diuntungkan atas adanya kasus Nazaruddin. Kenapa Golkar? Karena Golkar punya platform menyerupai PD. Jadi dia ini tidak ideologis maupun agama, tapi di tengah-tengah," ujar Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, di Kantor LSI, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (12/6) kemarin.

(gus/fay)


Berita Terkait