Hati-hati, Frustrasi pada Parpol Picu Multifrustasi

Hati-hati, Frustrasi pada Parpol Picu Multifrustasi

- detikNews
Selasa, 14 Jun 2011 11:24 WIB
Jakarta - Setiap partai politik memiliki masalah sendiri-sendiri. Jika masalah yang ada justru membuat parpol saling sandera sehingga membuat parpol tampak busuk, maka frustrasi pada parpol akan mencuat. Frustrasi itu bisa memicu frustrasi-frustrasi lainnya.

"Frustrasi pada politik dikhawatirkan akan memicu frustrasi di bidang lainnya. Jika ini terjadi bisa menyebabkan frustrasi ekonomi, frustrasi sosial, gejala masyarakat chaotik, kekerasan, sensitif, mudah marah dan mudah diprovokasi," ujar pengamat politik Arie Sudjito dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (14/6/2011).

Agar tidak memicu multifrustrasi, maka sejak sekarang parpol harus peka. Parpol harus menyiapkan diri jauh-jauh hari sebelum Pemilu 2014 digelar dengan kualitas yang baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus jadi wacana publik bahwa parpol serius menyiapkan diri untuk 2014, bukan sekadar politik pencitraan. Polling soal popularitas silakan saja tapi jangan sampai tak diimbangi dengan diskusi atau wacana soal fungsi representasi," imbuh akademisi UGM ini.

Dia berpendapat, sudah dua periode ini politik di negeri ini kesannya mahal. Karenanya uang pun menjadi faktor penentu sehingga meminggirkan etika. Hal ini sangat disayangkan Arie.

"Karena mahal jadi gelap mata, bendahara partai lalu cari uang dari mana pun. Sekarang sudah saatnya mengubah paradigma dari basis uang ke basis etika. Jangan berpijak pada nilai rupiah dan dollar, tetapi komitmen," sambung pria yang juga Ketua Umum Pergerakan Indonesia ini.

Perubahan paradigma ini, menurut Arie, tidak bisa ditunda atau menunggu hingga 2014 di depan mata. Sebab ketika pemilu tinggal selangkah lagi, parpol tidak akan sempat berpikir perbaikan.

"Kalau sudah mau pemilu, parpol akan menyiapkan strategi jangka pendeknya. Mereka nggak siap berpikir untuk pembenahan. Karena ini soal perubahan paradigma ini harus jauh-jauh hari agar sadar betul, parpol itu punya problem," ucap Arie.


(vit/nwk)


Berita Terkait