"Paket dikirim kurir pukul 09.00 WIB, tertulis dari LSM Jakarta Development Watch (Jadewa) ditujukan untuk redaksi Trans TV," kata Humas Trans TV Hadiansyah Lubis pada detikcom, Selasa (14/6/2011).
Peti mati yang dikirim untuk redaksi Trans TV itu tak terlalu besar, panjangnya sekitar 1 meter. Pihak Trans TV sudah memberitahukan kasus ini ke Polsek Mampang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadiansyah tidak tahu motif pengiriman peti mati oleh LSM ini, hanya saja dia menduga ini terkait kasus korupsi yang dilaporkan LSM itu.
detikcom telah menelepon LSM Jadewa dengan nomor telepon seperti yang tertulis di websitenya. Namun yang mengangkat telepon mengaku hanya PRT yang tidak tahu tentang LSM Jadewa. Selain TransTV, sejumlah media juga dilaporkan menerima paket serupa.
Kasus pengiriman peti mati pertama kali dilakukan CEO Buzz & CO Sumardy ke sejumlah media dan praktisi pemasaran dan periklanan. Sumardy diperiksa Polsek Tanah Abang dan dijadikan tersangka pekan lalu. Namun dia tidak ditahan dan kasus berakhir damai karena laporan terkait peti mati atas praktisi marketing dari mulut ke mulut (word of mouth) itu dicabut.
(ndr/nrl)










































