Soal Sandera di Irak, Pemerintah Korsel Minta Bantuan Dunia
Selasa, 22 Jun 2004 11:08 WIB
Jakarta - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) meminta kerja sama dari seluruh dunia untuk membebaskan seorang warganya yang disandera di Irak. Kelompok penculik telah mengancam akan memenggal sandera Korsel itu. Sejauh ini belum jelas apakah dia masih hidup atau telah meninggal.Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Korsel, seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (22/6/2004). Satu gugus tugas khusus telah dibentuk untuk menangani krisis penculikan Kim Sun-il tersebut. Pria berusia 33 tahun itu terlihat bersama beberapa penculiknya dalam sebuah rekaman video yang ditayangkan stasiun televisi Al Jazeera. Penculik menuntut pemerintah Korsel membatalkan keputusannya untuk mengirimkan 3 ribu pasukan ke Irak. Jika tidak, Kim akan dibunuh dalam waktu 24 jam. Namun pemerintah negeri Ginseng menolak tuntutan penculik. Kini deadline telah berlalu tanpa kabar mengenai nasib warga Korsel itu."Kami tidak punya informasi baru apapun saat ini. Situasi di Irak bisa berubah-ubah. Pemerintah telah mengupayakan segala cara untuk menyelamatkan Kim Sun-il," tukas juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel, Shin Bong-kil kepada wartawan di ibukota Seoul.Ketika ditanya apakah pemerintah tahu Kim masih hidup atau tidak, juru bicara tersebut berujar: "Kami tidak bisa memastikan itu." Dijelaskannya, seorang utusan pemerintah Korsel telah menemui Sekjen PBB Kofi Annan. "Kami telah meminta kerja sama dan menerima informasi dari berbagai saluran," tutur Shin. "Karena ini isu yang sangat sensitif kami minta pengertian media karena tidak bisa membeberkan kemajuan secara detail," imbuhnya.
(ita/)











































