Menhut Minta Rehabilitasi Hutan Libatkan TNI

Menhut Minta Rehabilitasi Hutan Libatkan TNI

- detikNews
Senin, 13 Jun 2011 21:39 WIB
Menhut Minta Rehabilitasi Hutan Libatkan TNI
Jakarta - Hampir seluruh kawasan hutan di Indonesia saat ini mengalami kerusakan parah akibat kesengajaan pembakaran dan penebangan liar. Kementrian Kehutanan meminta seluruh pihak ikut aktif dalam melakukan rehabilitasi, dengan TNI yang dikedepankan sebagai mitra pelaksanaannya.

Dalam tatap muka dengan staf Dinas Kehutanan dan Perhutani se Sumatera Barat, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan, TNI merupakan pilihan tepat sebagai mitra dalam rehabilitasi hutan. Alasan utama penunjukan tersebut tak lepas dari sikap disiplin yang dimiliki institusi penjaga kesatuan NKRI tersebut.

"Jangan pakai tender-tenderan, karena yang dulu-dulu biasanya tendernya beres, lahannya ada tapi bibitnya hanya bohongan saja. Pilih saja TNI sebagai mitra, karena mereka disiplin dan pasti mau," ungkap Zulkifli juga di hadapan sejumlah wartawan di Ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau, Senin (13/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Zulkifli menambahkan, TNI juga dianggapnya memiliki komitmen untuk ikut menjaga kelestarian hutan. Dari serangkaian kerjasama yang sudah dilakukan sebelumnya, Kementrian Kehutanan melihat kesungguhan tersebut.

"TNI itu kalau diberi bibit sepuluh yahg ditanam sebelas. Kalau ibu-ibu diberi sepuluh bibit, ya, itu saja yang ditanam, sementara kalau remaja diberi sepuluih bibit akan jadi rokok," sambungnya disambut gelak tawa peserta tatap muka.

Saat ditanya potensi munculnya konflik di kemudian hari, jika TNI dilibatkan dalam rehabilitasi hutan, Zulkifli menampiknya. TNI dalam pelaksanaan rehabilitasi hanya sebatas mitra pelaksanaan, di mana pengelolaan hutan akan tetap berada di pihak yang memiliki kewenangan.

"Mereka hanya kita ajak saat penanaman bersama, bukan pada pengelolaan," tegas Zulkifli.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan melakukan pemantauan dari udara terhadap kondisi hutan di Sumatera Barat, yang dianggap sebagai satu-satu dan yang tersisa di Indonesia dengan kondisi masih hijau. Dari pemantauan mulai dari Pasaman hingga Pesisir Selatan tersebut menteri setidaknya menemuikan empat titik yang sudah beralih fungsi menjadi lahan garapan. Pengalihfungsian tersebut terjadi akibat kesengajaan pembakaran lahan.

(irw/irw)


Berita Terkait