Demokrat Dihantui Dorongan Kongres Luar Biasa?

Demokrat Dihantui Dorongan Kongres Luar Biasa?

- detikNews
Senin, 13 Jun 2011 20:42 WIB
Demokrat Dihantui Dorongan Kongres Luar Biasa?
Jakarta - Dugaan tersangkutnya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD), Muhammad Nazaruddin dalam kasus suap Kemenpora menunjukkan masih dinamisnya perkubuan di internal PD. Belakangan muncul isu besar, internal PD tengah dihantui semangat untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menggantikan sosok Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum.

Isu ini marak di kalangan elit PD. Menurut sumber dari sejumlah elit PD, sejumlah DPD PD yang punya hak suara dalam Kongres PD Bandung lalu mulai bergerilya, mewacanakan Kongres Luar Biasa.

Perbedaan pandangan elit PD terkait kasus Nazaruddin memang terlihat seperti kompetisi lanjutan Kongres PD. Ketua Departemen Kominfo PD Ruhut Sitompul, Ketua Departemen Hukum PD Benny K Harman, dan Wakil Ketua FPD DPR Sutan Bathoegana yang dikenal sebagai tim sukses Anas Urbaningrum dalam kongres lalu, memang selalu bericara baik terkait Nazaruddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiganya yang dikenal dekat dengan Nazaruddin yang juga dikenal sebagai sahabat Ketum PD Anas Urbaningrum, tidak mempermasalahkan keberadaan Nazaruddin di Singapura. Ketiga orang ini memimpin tim investigasi PD terkait kasus Nazaruddin. Hasilnya nihil, mereka tak menemukan keterkaitan Nazaruddin dengan kasus suap Kemenpora. Meskipun dua anggota tim investigasi PD, yakni Ketua Departemen Antikorupsi PD Didi Irawadi Syamsuddin dan Wasekjen PD Ramadhan Pohan yang masuk tim yang sama masih gemar meminta Nazaruddin pulang ke Tanah Air dan memenuhi panggilan KPK.

Namun, takdir berkata lain. Dewan Kehormatan Partai Demokrat yang terdiri dari menteri-menteri PD yang mendukung Andi Mallarangeng dalam kancah kongres PD lalu memutuskan memecat Nazarruddin. Meski Anas menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan PD yang ikut memutus pencopotan Nazaruddin, ia memilih tak hadir dalam pengumuman penting ini.

Pasca pencopotan Nazaruddin, situasi di internal PD pun kian memanas. Ruhut pernah menyebut secara terang-terangan ini sebagai lanjutan Kongres PD lalu, ia menyebut kubu Andi Mallarangeng kalap. Meski keributan akhirnya dipecah setelah semua elit PD dipanggil Ketua Dewan Pembina, Susilo Bambang Yudhoyono, ke Cikeas. Benarkah internal PD pecah kongsi dan hendak mengadakan Kongres Luar Biasa?

Isu keras perpecahan internal PD yang membawa wacana Kongres Luar Biasa ini langsung dibantah oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat, M Jafar Hafsah. Dinamika internal PD menurutnya masih relatif tenang dan tidak mengarah ke Kongres Luar Biasa.

"Tidak ada Kongres Luar Biasa. Tidak ada DPD yang pecah," tepis Jafar Hafsah kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2011).

Namun, politisi senior PKB, Effendi Choirie memiliki pendapat berbeda. Dia melihat PD tengah dalam posisi sulit. Isu suap Kemenpora, menurutnya, bisa membuat perubahan besar di internal PD.

"Semuanya bisa terjadi, sangat mungkin terjadi. SBY sangat berkuasa di PD seperti Gus Dur dulu," tutur Effendi yang akrab disapa Gus Choi ini.

Menurutnya, kondisi Partai Demokrat bergantung kepada SBY. Jika SBY menghendaki Ketum PD diganti karena dianggap gagal menjaga wibawa PD, tentu semua bisa terjadi.

"Kalau SBY menghendaki, ya tidak mustahil terjadi. Kalau Pak SBY menghendaki, semuanya bisa terjadi," tandasnya.

(van/nvc)


Berita Terkait