Isu ini marak di kalangan elit PD. Menurut sumber dari sejumlah elit PD, sejumlah DPD PD yang punya hak suara dalam Kongres PD Bandung lalu mulai bergerilya, mewacanakan Kongres Luar Biasa.
Perbedaan pandangan elit PD terkait kasus Nazaruddin memang terlihat seperti kompetisi lanjutan Kongres PD. Ketua Departemen Kominfo PD Ruhut Sitompul, Ketua Departemen Hukum PD Benny K Harman, dan Wakil Ketua FPD DPR Sutan Bathoegana yang dikenal sebagai tim sukses Anas Urbaningrum dalam kongres lalu, memang selalu bericara baik terkait Nazaruddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, takdir berkata lain. Dewan Kehormatan Partai Demokrat yang terdiri dari menteri-menteri PD yang mendukung Andi Mallarangeng dalam kancah kongres PD lalu memutuskan memecat Nazarruddin. Meski Anas menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan PD yang ikut memutus pencopotan Nazaruddin, ia memilih tak hadir dalam pengumuman penting ini.
Pasca pencopotan Nazaruddin, situasi di internal PD pun kian memanas. Ruhut pernah menyebut secara terang-terangan ini sebagai lanjutan Kongres PD lalu, ia menyebut kubu Andi Mallarangeng kalap. Meski keributan akhirnya dipecah setelah semua elit PD dipanggil Ketua Dewan Pembina, Susilo Bambang Yudhoyono, ke Cikeas. Benarkah internal PD pecah kongsi dan hendak mengadakan Kongres Luar Biasa?
Isu keras perpecahan internal PD yang membawa wacana Kongres Luar Biasa ini langsung dibantah oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat, M Jafar Hafsah. Dinamika internal PD menurutnya masih relatif tenang dan tidak mengarah ke Kongres Luar Biasa.
"Tidak ada Kongres Luar Biasa. Tidak ada DPD yang pecah," tepis Jafar Hafsah kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2011).
Namun, politisi senior PKB, Effendi Choirie memiliki pendapat berbeda. Dia melihat PD tengah dalam posisi sulit. Isu suap Kemenpora, menurutnya, bisa membuat perubahan besar di internal PD.
"Semuanya bisa terjadi, sangat mungkin terjadi. SBY sangat berkuasa di PD seperti Gus Dur dulu," tutur Effendi yang akrab disapa Gus Choi ini.
Menurutnya, kondisi Partai Demokrat bergantung kepada SBY. Jika SBY menghendaki Ketum PD diganti karena dianggap gagal menjaga wibawa PD, tentu semua bisa terjadi.
"Kalau SBY menghendaki, ya tidak mustahil terjadi. Kalau Pak SBY menghendaki, semuanya bisa terjadi," tandasnya.
(van/nvc)











































