Menhut: Hutan di Pasaman Dibakar, Bukan Kebakaran

Menhut: Hutan di Pasaman Dibakar, Bukan Kebakaran

- detikNews
Senin, 13 Jun 2011 20:20 WIB
Menhut: Hutan di Pasaman Dibakar, Bukan Kebakaran
Padang - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Senin (13/6/211) melakukan pantauan udara terhadap kondisi hutan di Sumatera Barat, yang disebutnya sebagai satu-satunya di Indonesia yang masih hijau. Menteri mengaku menemukan sejumlah indikasi kerusakan hutan, yang semuanya terjadi akibat kesengajaan membakar lahan.

Menumpang helikopter dari Bandara Internasional Minangkabau, Zulkifli melakukan pengamatan dari udara selama hampir 2 jam, meliputi wilayah Pasaman hingga kawasan Putra Jaya di Kabupaten Pesisir Selatan. 4 titik kawasan hutan yang telah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan ditemukan, yang didahului dengan pembakaran lahan.

"Ada empat titik yang saya lihat, satu di antaranya cukup luas. Ini bahaya dan tentunya harus kita antisipasi bersama, karena di Sumatera Barat inilah satu-satunya hutan hijau yang tersisa di Indonesia. Dari apa yang saya lihat, hutan di Pasaman sengaja dibakar, bukan beralihfungsi akibat kebakaran," ungkap Zulkifli saat tatap muka dengan staf Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, di Ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan 4 titik pembakaran lahan, dari total hutan di Sumatera Barat seluas 2,6 juta hektar, dianggap oleh Zulkifli sebagai peringatan agar semua pihak segera melakukan pembenahan. Rehabilitasi, baik dalam bentuk menjaga tanaman yang masih ada atau penanaman ulang harus secepatnya dilakukan.

"Zamannya sekarang sudah berubah, sekarang seperti rumah kaca yang siapapun bisa mengontrol. Mari, kalau dulu kita rusak-rusakan, sekarang itu kita hentikan dan ganti dengan semangat menjaga kelestarian hutan kita. Ini tanggung jawab dunia akhirat kita," tegas politikus PAN tersebut.

Dalam paparannya, Zulkifli juga mengungkapkan, pembakaran hutan yang sudah ditemukan di Pasaman tidak selamanya dilakukan masyarakat setempat. Dari laporan yang diterimanya Zulkifli mencontohkan, pembakaran hutan di Lampung dan Jambi justru dilakukan pendatang dari Palembang. Sementara pelaku pembakaran hutan di Riau didominasi pendatang dari Medan.

"Motifasi mereka tidak mencari kayu. Yang sering mereka membakar hutan, setelah jadi lahan siap garap akan ada investor yang siap membelinya. Terus begitu dan mereka akan berpindah-pindah," sebut Zulkifli.

Sebagai pelecut semangat penyelamatan hutan, Kementrian Kehutanan meminta jajaran di bawahnya untuk terus melakukan pengawasan. Sejumlah kendala yang ditemukan di lapangan diminta secepatnya dilaporkan, seperti kekurangan sarana transportasi, agar sebisa mungkin segera dilakukan penambahan.

"Satu hal yang juga kami kerjakan sekarang adalah peningkatan kesejahteraan polisi hutan, karena memang mereka garis terdepan dalam menjaga kelestarian hutan. Jangan sampai saat anak-anak mereka butuh uang sekolah tidak ada, istrinya sakit tidak punya duit, yang ujung-ujungnya mereka akan memimpin pengrusakan hutan itu sendiri," simpul Zulkifli.

(irw/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads