Cinta Yudho untuk Olahraga Dirgantara

Penerjun Tewas

Cinta Yudho untuk Olahraga Dirgantara

- detikNews
Senin, 13 Jun 2011 19:32 WIB
Jakarta - Yudho Baskoro (53), salah satu penerjun yang tewas di kawasan Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung, berprofesi sebagai pelatih terjun payung. Sejak remaja, almarhum mempunyai kecintaan yang luar biasa terhadap dunia kedirgantaraan.

"Kecintaannya pada dirgantara dahsyat. Unbelievable. Dia seolah bisa terbang dan memiliki sayap," kata kakak kandung korban, Yudha Irlang (61), kepada detikcom di rumah duka, Jl Anggur 1, Cipete, Jakarta Selatan, Senin (13/6/2011).

Yudha bercerita, kecintaan adiknya terhadap dunia penerbangan dimotivasi oleh ayahnya yang merupakan seorang pilot. Ia masih ingat, pada usia 16 tahun, Jibut, panggilan akrab Yudho, sudah mencoba melakukan terjun bebas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelumnya dia juga pernah patah-patah akibat jatuh. Sejak saat itu dia merasa hidup untuk kedua kalinya dan ibadahnya juga makin bagus," ucap Yudha.

Sebagai penerjun, lanjutnya, Yudho juga menorehkan beberapa prestasi baik di dalam maupun di luar negeri. Almarhum mempunyai banyak relasi di luar negeri, sehingga selalu diundang ke even-even terjun payung tingkat internasional.

Di matanya, Yudho merupakan pribadi yang blak-blakan dan tegas. Almarhum meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak laki-laki berusia 9 tahun. Ia mengaku kaget mendengar adiknya mengalami kecelakaan saat terjun payung. Namun, keluarga mengikhlaskan kepergian almarhum.

"Saat saya mendengar kabar duka, saya kaget, tapi karena kami dididik oleh ayah untuk selalu tabah dan kuat dan kami merasa hidup sudah digariskan oleh Tuhan dan tidak bisa ditawar," katanya.

Pantauan detikcom di rumah duka yang berukuran cukup besar itu, para kerabat dan keluarga terus berdatangan. Jenazah Yudhi tiba di rumah duka sekitar pukul 16.30 WIB. Jenazah akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jaksel, Selasa (13/6), besok.


(mpr/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads