"Di dunia ini, kereta perkotaan bisasanya single service, tidak ada yang menyusul, itu khas perkotaan. Kalau kereta antar kota ada yang lebih cepat. Kalau perkotaan jadwal yang lebih dilihat, jadwal harus tepat," ujar Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)Ir Ellen Sophie Wulan Tangkudung MS, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (13/6/2011).
Kereta dengan pola perkotaan itu, yang di setiap stasiun berhenti, ditemuinya di negara Thailand, Malaysia, Singapura dan kota-kota di Eropa. Pola ini dinilai Ellen juga cocok diterapkan di Jabodetabek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai tarif yang flat, Ellen menilai hal ini kurang fair. Perlu ditinjau ulang bila Commuter Line sudah jalan.
"Kalau per kilometer kayaknya nggak adil ya, dalam taraf permulaan masih boleh lah. Ke depan berdasar jarak, harus ada teknologi informasi yang bisa langsung dilihat masyarakat," jelas Ellen sambil merujuk perbandingan dengan MRT di Singapura.
Mengenai rute KRL yang nantinya akan dijadikan 5 rute, di mana ada Circle Line yang masuk kota dan hanya pola ulang alik di titik-titik Circle Line untuk dari luar Jakarta, Elen mendukungnya. Namun hal itu juga harus diimbangi dengan pola integrasi antar moda.
"Memang ada kekurangan bagi mereka yang suka lebih cepat harus berganti kereta dan segala macam. Tapi kalau dilihat fungsinya yang ulang alik begitu untuk angkutan dalam kota sudah bagus. Yang harus dilihat apakah sudah ada koordinasi dengan jenis moda transportasi yang lain. Begitu keluar stasiun ada integrasinya, antarmoda," jelas Kepala Laboratorium Transportasi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) ini.
Bagaimana dengan target pemerintah bahwa KA akan jadi backbone transportasi pada tahun 2019 dan bisa mengurangi kemacetan di Jakarta?
"Menjadikan kereta backbone transportasi kota itu bukan 2019, kalau bisa 3 tahun lagi lah 2014. Istilah backbone, sekarang ini sebenarnya sudah jadi backbone, tapi sistemnya tidak diatur. Kalau ada backbone, harus ada feeder angkutan lain yang menunjang rutenya, angkutan utama tetap kereta," jelasnya.
(nwk/irw)











































