Jumlah tersebut diketahui masih jauh dari target vaksinasi yang ditentukan sebelumnya, sebanyak 200 orang.
"Sampai sekarang terhitung masih 13 orang yang sudah di vaksin," kata salah satu tim dokter yang ikut terlibat dalam ujicoba tersebut, dr Rini Sekartini Sp. A (K), saat berbincang dengan wartawan, Senin (13/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rini menuturkan, jauhnya jumlah target vaksinasi dari yang telah ditetapkan sebelumnya karena diakui panjangnya proses verifikasi data yang mendaftarkan diri secara sukarela untuk diimunisasi.
Sebelum melaksanakan vaksinasi, pihak keluarga diharapkan benar-benar matang untuk melaksanakan vaksin ujicoba tersebut.
"Proses penandatangan concern inform memang lama. Selain itu kita harus mengecek benar-benar data mereka yang akan divaksin," jelas Rini.
Rini menjelaskan, dari 13 orang yang sukarela tersebut bukan dari kalangan siswa-siswi sekolah. Melainkan keluarga dari murid-murid SDN 01 Kampung Melayu. "Karena siswa SD saat itu masih dalam proses ujian," ujar Rini.
Meski masih jauh dari jumlah yang ditargetkan, tim ujicoba vaksin DBD bersikukuh untuk mencapai target tersebut. "Kalau belum tercapai kita terus perpanjang waktunya," kata Rini.
Di Jakarta, ujicoba vaksin dilakukan di 5 sekolah dasar. Selain di SDN 01 Kampung Melayu Pagi, ujicoba juga dilakukan di SDN Tambora, Koja, Senen, dan Pasar Minggu. Pelaksanaan juga dilakukan serempak di 5 negara yang melakukan kerjasama riset, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Indonesia sendiri.
Di Indonesia, 3 provinsi menjadi target ujicoba yaitu, Bandung, Jakarta, dan Bali.
Apakah karena 3 wilayah tersebut termasuk wilayah KLB (Kejadian Luar Biasa) DBD? "Bukan karena KLB tapi keinginan pemilik produk vaksin," jawabnya.
Namun saat disinggung siapa yang dimaksud pemilik produk yang disampaikannya, Rini enggan menjawab lebih lanjut.
(ahy/fiq)










































