"Kalau semua sudah selesai, insya allah kita akan serahkan rancangan anggaran ke DPRD. Rencananya awal Juli mendatanglah, tapi masih rencana," ujar anggota KPU DKI Jakarta bidang Sosialisasi dan Pendidikan, Sumarno, saat berbincang dengan detikcom, Senin (13/6/2011).
Sumarno belum bisa memprediksi berapa besar anggaran yang akan dibutuhkan. Menurutnya, saat ini semua kebutuhan sedang dibahas. "Jadi belum kita ajukan, masih kita susun. Kita harap akhir Juni ini semua sudah selesai dibahas," kata Sumarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kala lebih besar pasti, apalagi saat ini kan ada telah dibuka kesempatan bagi calon independen, nah calon-calon independen inikan berkasnya akan diverifikasi terlebih dulu, nah itu tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," jelas Sumarno.
Selain itu, katanya, penambahan penduduk di Jakarta juga mempengaruhi cost pelaksanaan Pemilukada. Karena dengan adanya penambahan penduduk akan ada pula penambahan TPS. "Kita juga perkirakan akan ada kenaikan harga logistik. Dan tentunya kalau benar ada penambahan TPS, maka ada penambahan petugas dan honor jadi bertambah," jelasnya.
KPU DKI sendiri mengaku, belum mendapatkan jumlah penduduk Jakarta terakhir dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang nantinya akan menjadi pemilihan tetap. KPU berharap DKI berharap dinas terkait sudah mulai melakukan pendataan saat dalam waktu dekat.
"Kalau tahun lalu itu ada 11 ribuan TPS, jadi kalau penduduk bertambah pastinya akan ada penambahan TPS. Makanya itu kita tunggu dulu dari dinas kependudukan," ujarnya.
(lia/fiq)











































