Bambang Sardono baru saja mengambil uang sebanyak Rp 400 juta dari sebuah bank di kawasan Gladag, Solo, Senin (13/6/2011). Dia menggunakan sebuah mobil Isuzu Panther ditemani seorang sopir, Bagus Muhammad.
Setelah mengambil uang, Bambang beserta sopirnya tidak langsung meluncur pulang ke Sragen. Mereka masih ada beberapa urusan lain di Solo. Sedangkan uang dimasukkan di dalam tas yang kemudian diletakkan di bagasi belakang mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa rasa curiga, Bambang dan sopirnya segera turun dari mobil. Setelah memeriksa ban, ternyata memang ban mobil mengalami kempes ban hingga habis.
"Saat memeriksa ban itu, saya mendengar suara pintu belakang mobil saya ditutup keras dengan cara dibanting. Lalu ada sepeda motor dikendarai berboncengan langsung lari kencang. Setelah memeriksa bagasi, tas wadah uang sudah tidak ada," ujar Bambang di lokasi kejadian.
Bambang mengatakan seluruh uang yang berada di dalam tas itu baru saja diambil dari bank. Uang pecahan Rp 100 ribu sejumlah Rp 290 juta dan uang pecahan Rp 50 ribu sejumlah Rp 110 juta. Semula uang tersebut akan digunakan untuk membeli tebu dari para petani.
Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Eddy S Sitepu, yang ditemui di lokasi kejadian menduga Bambang menjadi korban pencurian dengan modus penggembosan. Dia mengatakan akan memeriksa kepada korban dan saksi untuk menyelidiki peristiwa tersebut.
(mbr/fay)











































