Pramono Anggap Wajar Kasus Nazaruddin Rontokkan PD

Pramono Anggap Wajar Kasus Nazaruddin Rontokkan PD

- detikNews
Senin, 13 Jun 2011 15:16 WIB
Pramono Anggap Wajar Kasus Nazaruddin Rontokkan PD
Jakarta - Politisi senior PDIP Pramono Anung melihat ada korelasi antara jatuhnya popularitas Partai Demokrat (PD) bersamaan dengan maraknya kasus suap di Kemenpora. Utamanya dugaan kuat tersangkutnya mantan Bendahara Umum PD M Nazaruddin dalam kasus ini.

"Karena persoalan ini merata dalam pemberitaan dan lama mendapatkan respon kurang baik yang cukup meluas. Apalagi sosial media punya peran sangat besar untuk menyebarkan informasi," terang Pram.

Hal ini disampaikan Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu pemecahan masalah di internal PD juga kurang matang. Kasus ini ditangani secara berlarut-larut sehingga reputasi PD kian turun.

"Cara penanganan yang berlarut-larut dan tidak fokus dan menyebabkan kekecewaan partai terntentu dan politisi tertentu. Ini juga ikut dilihat rakyat," jelasnya.

Hal ini yang membuat Pramono ikut prihatin. Karena pandangan masyarakat terhadap politisi Senayan kian buruk.

"Itu sekaligus menjadi politisi ada anggapan perlilaku politik akan sama semuanya dan itu sangat memprihatinkan,"tandasnya.

Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), perolehan suara PD pada Januari 2011 meraih dukungan 20,5 persen, namun pada Juni 2011 hanya memperoleh 15,5 persen. Sedangkan Partai Golkar pada Januari 2011 hanya 13,5 persen, dan pada Juni 2011 menanjak menjadi 17,9 persen. Lalu PDIP pada Januari 2011 perolehan suara berkisar 12 persen, pada Juni 2011 mencapai 14,5 persen.

"Kasus Nazaruddin dan korupsi di Kemenpora membuat PD menjadi satu-satunya partai papan atas yang merosot. Golkar naik signifikan. Di samping limpahanan suara dari Demokrat, juga karena program bersama bangkitkan usaha kecil yang digalangnya," tutur Direktur Eksekutif LSI Denny JA di Kantor LSI, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (12/6/2011) kemarin.

(van/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads