Kepala Dinas Kesehatan Kab Rohul, dr Wildan Aspan Hasibuan mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (13/6/2011). Menurutnya, saat ini ada 44 korban menjalani rawat inap di RSUD di Pasir Pangaraian ibukota Rohul. Sedangkan 35 korban lainnya menjalani rawat inap di Puskesmas Kecamatan Kepenuhan, Rohul.
"Mereka terdiri dari anak-anak madrasah serta orangtuanya. Mereka mengalami pusing, mual dan muntah. Sampel muntahan serta makanan sudah kita laporkan ke laboratorium kesehatan Pronvinsi Riau. Nantinya akan ada penelitian penyebab keracunan tersebut," kata Wildan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih melakukan investigasi ke lapangan untuk mengetahui seberapa banyak warga yang mengalami keracunan. Namun data yang tertera pada kita hari ini, 44 orang ada di RSUD dan 35 orang di Puskesmas," kata Wildan.
Keracunan massal ini terjadi, pada Minggu (12/6) saat pelaksanakan perpisahan murid-murid di MDA desa setempat. Dalam acara tersebut, pihak sekolah dan orangtua murid bersama-sama memasak mie instan. Setelah menyantap mie goreng instan itu, beberapa jam kemudian para murid dan orangtua merasa mual, pusing dan mengalami muntah-muntah.
"Dari sanalah warga lantas di rujuk ke RSUD dan Puskesmas. Sampai hari ini korban dugaan keracunan ini masih menjalani rawat inap," kata Wildan.
Menurut Wildan, segala biaya yang dikeluarkan baik transportasi, biaya perawatan serta akomodasi pihak keluarga akan ditanggung pihak Pemkab Rohul. "Biaya yang dikeluarkan dalam masalah ini, akan kita tanggung semuanya. Termasuk biaya akomodasi pihak keluarga yang menjaga anak serta keluarga mereka yang menjalani rawat inap," kata Wildan.
(cha/fay)










































