"Saya menyampaikan sebagai Ketua DPR, bahwa lembaga ini harus ditata, kita tidak bicara kemewahan. Lembaga ini pilar demokrasi, saat ini hancur kewibawaannya, jangan harap negara ini baik kalau DPR seperti saat ini," tutur Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2011).
Reformasi di DPR menurutnya harus dilakukan menyeluruh. Dari kaderisasi hingga kinerja DPR.
"Partai mengambil alih persoalan masalah kualitas kadernya yang ditempatkan di DPR, pimpinan DPR bersama sekjen menyiapkan sistem pendukung yang kuat, media sebagai pilar keempat demokrasi melakukan tugasnya untuk mengawal demokrasi, semuanya punya ruang untuk melakukan tugasnya," terangnya.
Termasuk soal rencana pembangunan gedung baru DPR. Menurut Marzuki, Gedung baru musti menjadi tanggungjawab sepenuhnya Setjen DPR.
"Masalah manajemen gedung, itu kewenangan sepenuhnya kesekjenan, jadi jangan dicampuradukkan. Saya hanya menjelaskan pemikirannya saja. Bahwa penertiban yang dilakukan saat ini merupakan tanggung jawab sepenuhnya sekjen," jelas Marzuki.
(van/gun)











































