"Sampai hari ini, kita tidak andalkan keluarga," kata juru bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (13/6/2011).
Meski begitu, KPK berharap supaya Adang bisa kooperatif memberitahu keberadaan Nunun. Jika memang yakin Nunun tidak bersalah, Adang berserta istrinya itu dapat menjelaskan kepada penyidik KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adang menolak memberitahukan keberadaan istrinya. Menurut Adang terserah istrinya mau berobat kemana pun, baik ke Afsel ataupun ke kutub utara. Adang juga membantah dirinya kenal dengan mantan penguasa Thailand, Thaksin Sinawatra sehingga istrinya dilindungi di Negeri Gajah Putih itu.
"Ya Allah, saya ini masyarakat biasa. Tanya teman-teman saya, siapalah saya ini. Di polisi siapa sih saya ini. Karena karier saya saja yang kebetulan baik, diangkat sebagai Wakapolri, tapi secara pribadi saya tidak ada," terangnya.
Sebelumnya Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana, mengimbau agar siapa saja yang mengetahui keberadaan Nunun Nurbaeti untuk menyampaikannya kepada penegak hukum. Sebaliknya, siapa saja yang menyembunyikan keberadaan tersangka kasus suap pemilihan DGS BI 2004 itu, bisa dipidana.
"Jadi siapa pun yang tahu keberadaan Nunun sebaiknya bekerjasama dan memberikan keterangan kepada KPK. Jika tidak, tentu dapat dijerat pidana berdasarkan pasal 21 dan 22 UU Antikorupsi," kata Denny, Minggu (12/6) kemarin.
(mok/gun)











































