2 Terduga Teroris di Kaltim Baru Diberangkatkan ke Jakarta Pagi Ini

2 Terduga Teroris di Kaltim Baru Diberangkatkan ke Jakarta Pagi Ini

- detikNews
Senin, 13 Jun 2011 02:16 WIB
Kutai - Densus 88 Mabes Polri menunda keberangkatannya ke Jakarta bersama 2 orang terduga teroris dari rencana semula Minggu (12/6/2011) kemarin menjadi Senin (13/6/2011) pagi ini. Dijadwalkan pukul 06.00 WITA, Densus 88 baru akan membawa keduanya menuju Bandara Sepinggan Balikpapan.

"Nanti kita berangkat dari sini jam 6 pagi ke Balikpapan," kata salah seorang anggota Densus 88 kepada wartawan di Mapolsek Loa Janan, Jl Soekarno Hatta KM 1, Loa Janan, Kutai Kartanegara, Senin (13/6/2011) dini hari.

Pengamatan detikcom di Mapolsek Loa Janan tempat kedua terduga teroris Djuardi dan Faisal diamankan sekaligus menjalani pemeriksaan, masih terlihat belasan personel kepolisian berpakaian preman yang dipersiapkan untuk mengawal keberangkatan Densus 88 ke Balikpapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua terduga teroris tersebut ditangkap Sabtu (11/6/2011) siang lalu sekitar pukul 13.00 hingga pukul 14.00 WITA. Djuardi ditangkap di dalam rumahnya sedangkan Faisal diciduk di tengah di masjid Al Istiqomah yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah Djuardi di RT 09 RW 04 No 17, Desa Loa Duri Ilir, Loa Janan, Kutai Kartanegara.

Tidak Terdaftar

Sebelumnya, Ketua RT 9 RW 4 Desa Loa Duri Ilir, Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara Yuliati kepada wartawan mengatakan, Faisal yang ikut menumpang tempat tinggal di kediaman Djuardi, tidak tercatat sebagai warga RT 09.

"Padahal dia sudah tinggal di sini sekitar 3 bulan. Katanya Djuardi sih (Faisal) keluarganya dari Jawa. Tapi ternyata tidak ada hubungan keluarga," kata Yuliati, Minggu (12/6/2011).

"Kalau Djuardi, warga yang tinggal sejak bertahun-tahun di RT sini. Saking tertutupnya, saya baru tahu kalau nama dia yang ikut ditangkap adalah Faisal setelah ikut ditangkap," ujar Yuliati.

Menurut Yuliati, Faisal yang selalu rajin bepergian ke Masjid, tidak memiliki pekerjaan tetap. Di tempat tinggal Djuardi, hanya membantu Djuardi yang memiliki tempat usaha penggilingan daging sapi untuk bahan pembuatan baso.

"Selain itu, mereka berdua kadang pergi bersama untuk ikuti pengajian. Kadang cuma Faisal yang pergi dua sampai tiga hari," imbuh Yuliati.

"Kalau istri Djuardi, kami kenal. Kalau istri Faisal, kita tidak kenal karena sering di dalam rumah," tambahnya.

(ape/ape)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini