"Nanti kita berangkat dari sini jam 6 pagi ke Balikpapan," kata salah seorang anggota Densus 88 kepada wartawan di Mapolsek Loa Janan, Jl Soekarno Hatta KM 1, Loa Janan, Kutai Kartanegara, Senin (13/6/2011) dini hari.
Pengamatan detikcom di Mapolsek Loa Janan tempat kedua terduga teroris Djuardi dan Faisal diamankan sekaligus menjalani pemeriksaan, masih terlihat belasan personel kepolisian berpakaian preman yang dipersiapkan untuk mengawal keberangkatan Densus 88 ke Balikpapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak Terdaftar
Sebelumnya, Ketua RT 9 RW 4 Desa Loa Duri Ilir, Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara Yuliati kepada wartawan mengatakan, Faisal yang ikut menumpang tempat tinggal di kediaman Djuardi, tidak tercatat sebagai warga RT 09.
"Padahal dia sudah tinggal di sini sekitar 3 bulan. Katanya Djuardi sih (Faisal) keluarganya dari Jawa. Tapi ternyata tidak ada hubungan keluarga," kata Yuliati, Minggu (12/6/2011).
"Kalau Djuardi, warga yang tinggal sejak bertahun-tahun di RT sini. Saking tertutupnya, saya baru tahu kalau nama dia yang ikut ditangkap adalah Faisal setelah ikut ditangkap," ujar Yuliati.
Menurut Yuliati, Faisal yang selalu rajin bepergian ke Masjid, tidak memiliki pekerjaan tetap. Di tempat tinggal Djuardi, hanya membantu Djuardi yang memiliki tempat usaha penggilingan daging sapi untuk bahan pembuatan baso.
"Selain itu, mereka berdua kadang pergi bersama untuk ikuti pengajian. Kadang cuma Faisal yang pergi dua sampai tiga hari," imbuh Yuliati.
"Kalau istri Djuardi, kami kenal. Kalau istri Faisal, kita tidak kenal karena sering di dalam rumah," tambahnya.
(ape/ape)










































