"Nggak usahlah ngomong dukung mendukung. Justru yang salah karena mereka jadi ikut campur dalam pemilihan KSAD," kata Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti, di kantor Imparsial, Jl Slamet Riyadi, Jakarta, Minggu (12/6/2011).
Menurut Poengky, anggota parpol tidak perlu memberikan pernyataan dukungan terhadap bakal calon KSAD tertentu. "Harusnya parpol memberi contoh agar tidak mendukung bakal calon tertentu, agar tidak terpolitisasi," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka tidak memberi contoh baik, justru terlihat seperti menjilat," tutupnya.
Sejauh ini ada 7 bakal calon yang memiliki kesempatan untuk menjadi KSAD. Hal ini disampaikan Kadispen TNI AD, Brigjen TNI Wiryantoro saat dihubungi wartawan, Jumat (10/6). Mereka adalah:
1. Wakasad Letjen Budiman (alumnus Akabri 1978)
2. Pangkostrad Letjen Pramono Edhie Wibowo (alumnus Akabri 1980)
3. Dankodiklat Letjen Marciano (alumnus Akabri 1978)
4. Kasum TNI Letjen TNI Johanes Suryo Prabowo (alumnus Akabri 1976)
5. Rektor Unhan Letjen TNI Syarifudin Tipe (alumnus Akabri 1975)
6. Sesmenko Polhukam Letjen Hotmangaraja Panjaitan (alumnus Akabri 1977)
7. Mantan Irjen TNI Letjen M Noer Moeis (alumnus Akabri 1976)
Dari tujuh nama ini Wakasad Letjen Budiman dan Pangkostrad Letjen Pramono Edhie Wibowo adalah yang paling santer disebut-sebut.
(fay/lh)











































