Pemilihan KSAD Jangan Terjebak Nepotisme

Pemilihan KSAD Jangan Terjebak Nepotisme

- detikNews
Minggu, 12 Jun 2011 14:44 WIB
Pemilihan KSAD Jangan Terjebak Nepotisme
Jakarta - Ipar Presiden SBY, Letjen Pramono Edhie Wibowo menjadi bakal calon KSAD baru menggantikan George Toisutta. Demi kebaikan perkembangan TNI di masa mendatang, hendaknya nepotisme dihindari.

"Penting untuk dihindari pengangkatan KSAD berdasarkan hubungan kekerabatan," kata Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti, di Kantor Imparsial, Jl Slamet Riyadi, Jakarta, Minggu (12/6/2011).

Meski demikian, menghindari nepotisme bukan berarti menutup peluang karier militer Pramono yang saat ini menjabat Pangkostrad itu untuk menjadi KSAD. "Hal itu bukan berarti Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo tidak bisa menjadi calon KSAD," jelas dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Poengky, pengangkatan KSAD menjadi hak prerogatif Presiden SBY, dibantu dengan usulan Panglima TNI dan Wanjakti TNI. Oleh karena itu, nepotisme bisa diminimalisir dengan menyiapkan banyak calon KSAD untuk diajukan ke presiden.

"Penting untuk menghindari calon tunggal KSAD yang diajukan Panglima TNI kepada Presiden," imbuhnya.

Dia menambahkan Komnas HAM, KPK, Komisi Ombudsman dan parlemen dapat memberi masukan soal rekam jejak para bakal calon. Masyarakat juga perlu memantau agar nantinya Presiden memilih KSAD secara objektif.

"Agar TNI AD menghasilkan pimpinan yang profesional, memiliki komitmen terhadap HAM, demokrasi dan raformasi TNI," kata dia.

Selain jenjang pangkat dan karir, Imparsial menilai Presiden SBY harus mempertimbangkan sejumlah hal lain sebelum memilih KSAD. "Bebas dari pelanggaran HAM, bebas korupsi dan bebas dari kasus hukum lainnya," tutupnya.

(fay/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads