"Sebagai teman yang lama bersama-sama di Komisi III, saya sangat kecewa kalau Nazaruddin sampai kehilangan akal sehat memilih sikap yang tidak populer yaitu tidak mematuhi panggilan KPK," ujar Martin dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Minggu (12/6/2011).
Martin menilai ketidakhadiran Nazaruddin semakin memperburuk citra wakil rakyat di mata masyarakat. Saat ini banyak isu miring menerpa DPR, mulai dari pembangunan gedung baru, studi banding ke luar negeri dan mafia anggaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi Gerindra ini menilai Nazaruddin juga mempermalukan Partai Demokrat. Apalagi sebelumnya para petinggi Demokrat menjanjikan Nazaruddin akan pulang dari Singapura untuk memenuhi panggilan KPK.
"Mempermalukan teman-teman dekatnya, yang sebelumnya beramai-ramai dengan percaya diri menjanjikan Nazarudin pasti datang kalau dipanggil KPK," jelas Martin.
Martin meminta Nazaruddin pulang ke Indonesia untuk membantu menyelesaikan proses hukum. Menurutnya jika tidak bersalah, Nazaruddin tidak perlu takut. Apalagi status Nazaruddin baru sebatas saksi, belum sebagai tersangka.
"Kalau makin lama baru datang, semakin lama pula DPR ini tersandera dan sorotan publik semakin keras dan tajam kepadanya," tutup Martin.
(rdf/fjr)











































