"Hari ini katanya mau dibawa ke Jakarta. Tapi belum tahu waktunya," kata seorang anggota polisi di Mapolsek Loa Janan, Jl Soekarno-Hatta KM 1, Loa Janan, Kutai Kartanegara, Minggu (12/6/2011) dinihari.
Kedua terduga teroris tersebut, menjalani pemeriksaan maraton oleh petugas di salah satu ruangan Mapolsek Loa Janan, pasca penangkapan Sabtu (11/6/2011) siang kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di kediaman Djuardi, kini masih ditempati kedua istri Djuardi dan Faisal. Pasca penangkapan suami mereka oleh Densus 88, kedua istri terduga teroris tidak lagi keluar rumah.
Pantauan detikcom di lokasi, rumah Djuardi dijaga oleh personel Polres Kutai Kartanegara, baik itu berpakaian dinas maupun berpakaian sipil. Meski Densus 88 membawa sejumlah barang bukti seperti 1 unit laptop milik terduga teroris Faisal, namun petugas belum memasang garis batas polisi di kediaman Djuardi.
"Iya, istri Djuardi (Asih) dan istri Faisal masih di dalam. Tidak pernah keluar rumah," kata warga RT 09, Yuliati (30), sekaligus tetangga Djuardi kepada detikcom di lokasi.
"Tapi memang sebelum ditangkap pun mereka (Djuardi dan Faisal) adalah orang tertutup. Jarang bergaul dengan warga di sini," ujar Yuliati.
Diberitakan sebelumnya, terduga teroris Faisal dan Djuardi, dibekuk Densus 88 Mabes Polri bersenjata laras panjang, Sabtu (11/6/2011) siang. Sebelum dibekuk, Faisal sempat melakukan perlawanan saat akan dibawa masuk ke dalam mobil yang digunakan tim Densus 88. Belum diketahui pasti dugaan keterlibatan Faisal dan Djuardi dalam aksi teror yang terjadi di berbagai daerah
(fjr/rdf)











































