"Dari dalam rumah, polisi bawa laptop dan wajan. Wajan itu tengahnya bolong terpasang pipa," kata Suyono, warga RT 9, kepada wartawan di lokasi, Sabtu (11/6/2011) malam.
Suyono mengatakan, saat petugas mengepung kediaman Djuardi, tidak terdengar suara tembakan di udara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu istrinya masih di dalam rumah," sebut Suyono.
Menurut Sismadi, penangkapan keduanya tidak pernah diduga sebelumnya. Dari pengamatan warga, Faisal tinggal di rumah Djuardi selama hampir 1 tahun terakhir.
"Faisal rajin ke masjid. Cuma ya sangat jarang bergaul dengan warga. Dengan Djuardi, kadang sering bepergian 1-2 minggu. Katanya ikut pengajian," ujar Sismadi.
"Istrinya juga, paling kalau keluar rumah ya pergi berbelanja. Selebihnya tidak pernah keluar rumah," sebut Sismadi.
Bahkan tidak hanya itu, warga justru baru mengetahui kalau orang yang selama tinggal di rumah Djuardi bernama Faisal.
"Baru tahu namanya Faisal. Dia (Faisal) tinggal di rumah Djuardi sekian lama tidak lapor ke Ketua RT 9," sebut Sismadi.
Kedua terduga teroris, Djuardi dan Faisal, kini diamankan di Mapolsek Loa Janan, Kutai Kartanegara, di ruas jalan poros Samarinda-Balikpapan. Pantauan detikcom di Mapolsek, keduanya tengah dimintai keterangan di salah satu ruangan.
"Lagi diperiksa di dalam," kata salah seorang anggota Polsek Loa Janan.
(rdf/rdf)











































