Situasi ini menyusul ditangkapnya Agung, paman dari Indra Syafei, salah satu korban tewas dalam bentrokan yang memakan tujuh korban jiwa beberapa waktu lalu. Penangkapan itu dikabarkan dilakukan aparat polisi di sebuah rumah makan di sekitar Mesuji.
"Kami mengharapkan situasi tenang. Namun situasi akan tenang apabila pihak kepolisian memberikan keterangan mengenai status hukum Agung," kata Unggul, salah satu keluarga korban kepada detikcom, melalui telepon, Sabtu (12/06/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Ishak Mekki mengatakan pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap situasi, "Insyaallah aman dan kondusif karena sudah diantisipasi oleh yang terkait dan masyarakat juga telah diberi pengertian," ujar Ishak Mekki melalui
pesan singkatnya, Sabtu (12/06/2011) malam.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis (21/04) terjadi bentrokan antara warga Desa Sungai Sondong dengan PT SWA. Akibatnya tujuh orang tewas. Ketujuh korban itu adalah lima karyawan PT SWA. Di antaranya Asisten Mandor PT SWA, Hambali (43), warga Sungai Sodong,
Asisten Kebun, Ardi (46), warga Menang Raya Pedamaran, Haris Fadillah (23), warga Desa Mulya Guna Kecamatan Teluk Gelam, Satpam PT SWA, Akbar.
Korban dari pihak warga Sungai Sodong yakni Indra Syafei (18), dan Matcan bin Sulaiman (21), yang telah dikebumikan keluarganya, Jumat (22/4).
Konflik warga dengan PT SWA terkait lahan kebun kelapa sawit sekitar 1.200 hektare pada akhir April 2011 silam. Kejadian itu dipicu adanya 40 tenaga keamanan disewa perusahaan untuk
menduduki dan memanen lahan perkebunan sawit yang masih disengketakan antara PT SWA dan warga.
Sejumlah warga sempat mengingatkan orang-orang yang menjaga lahan itu, namun terjadi perselisihan dan terjadi tindak kekerasan hingga tewasnya dua warga. Warga lainnya
kemudian mendatangi lokasi dan membawa mayat yang dilaporkan menjadi korban tindak kekerasan petugas perusahaan.
Akhirnya puluhan warga mendatangi kantor perusahaan yang hanya berjarak beberapa kilometer
dari perkampungan itu. Kantor perusahaan yang dijaga beberapa satpam perusahaan dirusak dan amuk warga, sehingga menyebabkan lima orang dari pihak perusahaan tewas.
(tw/fjr)











































