"Kalau kita mengharapkan realisasi statement PD yang kemarin ya kita salah. Apa yang disampaikan kemarin adalah statement pencitraan belaka. Kalimat bahwa PD menjunjung tinggi penegakan hukum dan pentaatan hukum tapi nyatanya tidak ditepati," ujar anggota Komisi III DPR dari Golkar, Bambang Soesatyo, Sabtu (11/6/2011).
Bambang menuturkan, saat publik menagih janji PD, Nazaruddin justru mangkir dari panggilan KPK kemarin. Menurut Bambang, harusnya PD tidak menggunakan politik pencitraan untuk masalah serius seperti ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PD juga dinilai Bambang sudah kalang-kabut sendiri. PD yang sempat menjamin Nazaruddin kan pulang justru kehilangan kontak dengan Nazaruddin.
"Pernyataan hari ini apa yang mereka sampaikan adalah jauh dari kenyataan. Kalau kalau kemarin mereka yakin bisa menghadirkan sekarang mereka tak yakin karena Nazaruddin mangkir dari panggilan KPK," terangnya.
Namun ia menyadari sikap Nazaruddin demikian. Menurutnya, tak ada jaminan dari PD jika Nazaruddin pulang ke Tanah Air.
"Saya dapat memahami kalau Nazar bersikap seperti itu karena partai yang melindungi dia seakan justru menyingkirkannya. Harusnya partai membela kader-kadernya. Bukan intervensi tapi partai menjamin penegakan hukum yang tanpa intervensi," imbuhnya
Karenanya, Bambang yakin sekali Nazaruddin tak akan pulang ke Indonesia. Karena bisa saja Nazaruddin langsung diproses KPK tanpa pembelaan partainya.
"Yang terkesan di publik PD lebih mengedepankan pencitraan ketimbang membesarkan hati kadernya yang bermasalah. Saya rasa kalau tetap begini Nazaruddin tidak akan pulang karena nggak ada sekedar pendampingan dari PD. Pendampingan dalam arti didampingi proses hukumnya agar tidak ada intervensi," duganya.
(van/ndr)










































