Agam Fatchurrochman dari KRL Mania mengatakan, semestinya, dengan menaikkan tarif, para pengguna KRL dapat menikmati fasilitas yang lebih baik Misalnya dengan waktu tempuh yang lebih cepat dari sebelumnya.
Menurut Agam, tarif KRL Ekonomi AC Depok/Bogor akan menjadi Rp 9 ribu dari sebelumnya Rp 5.500. Sedangkan tarif KRL Ekonomi AC Serpong, Bekasi, Tangerang menjadi Rp 8 ribu dari
sebelumnya Rp 4.500. Namun jarak tempuh bertambah 15 - 30 menit. Data ini menurut pernyataan Corporate Secretary PT KCJ Makmur Syaheran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengguna KRL Ekonomi AC jam 5 pagi yang didominasi anak SD juga tahu bahwa pelayanan membaik jika waktu tempuhnya makin pendek dan untuk itu logis jika tarif naik," lanjut Agam.
Fasilitas yang 'kurang' bukan hanya soal waktu tempuh. Padahal sebenarnya KRL sangat penting sebagai salah satu alternatif untuk menyelesaikan problem kemacetan Jakarta yang belum terselesaikan.
Menurut Agam, sebenarnya Presiden telah menugaskan Wakil Presiden dibantu oleh UKP4 untuk
mengkoordinasikan 17 langkah mengatasi kemacetan Jakarta. Salah satunya adalah revitalisasi pelayanan armada KA/KRL Jabodetabek, terutama dalam poin 8, 13, 14 dan 17. Sasarannya adalah agar dapat mengangkut 1,2 juta penumpang per hari dari sekarang 400.000.
"Sayangnya implementasi 17 langkah tersebut memble. Kepala UKP4 dalam acara dialog Dewan Transportasi Kota Jakarta, Rabu, 8 Juni 2011, menyatakan kekecewaannya mengenai lambannya implementasi 17 langkah tersebut. Ini menunjukkan Pemerintah memang tidak punya komitmen jelas untuk mengurai masalah transportasi massal," kata Agam.
Alhasil, pengguna KRL yang menjadi korban. Menurut Agam, hampir setiap hari selalu ada permasalahan yang terus menerus terjadi, yaitu keterlambatan kereta dan pembatalan kereta.
Akibatnya penumpang dirugikan dan keberadaan KRL Jabodetabek kurang mampu memenuhi harapan Presiden untuk mengatasi permasalahan kemacetan Jabodetabek.
"Penumpang KRL Jabodetabek, merasa bingung karena terjadi kesimpangsiuran informasi terkait rencana pemberlakuan single operation (semua kereta api berhenti di setiap stasiun), yang ternyata adalah upaya menaikkan harga tiket KRL Ekonomi AC sekitar
90%. Tampak ketidaksiapan KAI maupun KCJ sehingga tiba-tiba dibatalkan pada akhir Maret 2011," katanya
"Karena berbagai faktor di atas, maka KRL Mania akan terus memperjuangkan agar pelayanan KRL semakin baik dan tarif menjadi lebih adil," lanjut Agam.
(ken/ndr)











































