"Tidak hanya jalan nasional yang rusak dengan penuh lubang serta aspal yang mengelupas, jalan provinsi yang menghubungkan kedua kabupaten itu pun turut rusak," kata Juru Bicara Pemprov Riau, Chairul Riski dalam perbincangan dengan detikcom di Pekanbaru, Sabtu (11/6/2011).
Menurutnya Jalintim yang berada di dua kabupaten berbatasan dengan provinasi Jambi ini sudah lama mengalami kerusakan. Kuat dugaan jalan nasional itu saban hari dilalui truk pengangkut batubara yang ada di kedu kabupaten tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hancurkan kondisi jalan ini diakibatkan badan jalan tidak seimbang dengan beban yang melintas. Jalan nasional di wilayah Riau rata-rata hanya memiliki kemampuan 8 ton.
Sedangkan di kawasan Jalintim yang menghubungkan ke Jambi itu saban hari dilalui truk pengangkut batubara minimal dengan beban 30 ton. "Ratusan truk tronton pengangkut batubara salah satu yang membuat jalan tersebut menjadi hancur," kata Riski.
Sementara itu seorang pengemudi, Alfiansyah (25) mengakun Jalin yang paling mengalami rusak parah itu berada di Riau. Padahal Jalintim dari Sumatera Selatan ke Jambi dengan kondisi sangat bagus.
"Namun begitu sampai wilayah Riau, kita terkejud jalan penuh lubang yang dalam. Aspal terlepas dari badan jalan. Paling rawan kecelakaan terutama jalan malam hari atau saat turun hujan," kata Alfiansyah warga Palembang yang lagi berada di Pekanbaru.
(cha/ken)











































