KY Harus Ikut Seleksi dan Latih "Bayi Hakim"

KY Harus Ikut Seleksi dan Latih "Bayi Hakim"

- detikNews
Sabtu, 11 Jun 2011 09:50 WIB
KY Harus Ikut Seleksi dan Latih Bayi Hakim
Jakarta - Komisi Yudisial ingin terlibat dalam proses seleksi dan pelatihan hakim muda. Tujuannya memastikan reformasi seleksi hakim untuk mencegah terulangnya kasus suap Hakim Syarifuddin.

"Saat ini sudah ada Kewenanangan kepada KY dan MA untuk menyeleksi hakim, tinggal kita buat aturan bersama. Maka jangan sekali-kali MA melantik hakim, ini bisa disebut tidak legal. Jadi kalau KY tidak setuju tidak bisa menjadi hakim," ujar Komisioner KY, Taufiqurrahman Syahuri.

Hal ini disampaikan Taufiq dalam Polemik "Koruptor Ngeloyor, Negara Tekor" yang diselenggarakan Trijaya FM , di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KY juga ingin ikut pelatihan hakim muda. Sehingga dapat memastikan hakim-hakim dilatih dengan baik dan tidak mudah disuap.

"Kalau bisa KY diberi kewenangan untuk mendidik dan melatih hakim. Sehingga KY akan memilih bayi hakim yang lebih baik," tuturnya.

Wewenang itu diperlukan KY untuk mereformasi total Kehakiman. Mengingat banyak hakim yang masih saja nekat menerima suap.

"Nampaknya hakim ini ndablek. Kan sudah dibentuk KY untuk mengawasi kerja hakim tapi ada saja hakim yang menerima suap. Sudah dikasih remunerasi dan sebagainya. Ini sebetulnya persoalan pada saat dia jadi hakim atau saat dia bertugas cobaannya berat," keluhnya.

"Rekrutmen hakim harus dipilih dan diperketat. Selama ini sudah menjadi rahasia umum bahwa keluarga hakim akan menjadi hakim. Rekrutmen yang tidak transparan ini akan mengakibatkan bayi hakim yang tidak imun," tandasnya.

(van/anw)


Berita Terkait