"Kalau biasanya pengangkutan dengan menggunakan moda transportasi kecil daripada truk, agar kebutuhan customer tetap terjaga," kata Direktur PT Tira Austenite, Selo Winardi, dihubungi wartawan, Jumat (10/6/2011).
Bukan hanya mengganti moda transportasi pengangkutan. Pihak perusahaan yang berkantor di Kawasan Industri Pulogadung itu juga akan mengubah sebagian jam kerja karyawan, khususnya yang terkonsentrasi di bagian ekspedisi atau pengiriman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembatasan jam operasi truk masuk tol, diakui Selo, cukup membebankan pihaknya. Pasalnya, dengan dilarangnya truk memasuki tol jarak tempuh yang dilalui makin panjang serta memakan waktu.
"Perjalanan truk tambah panjang dilalui. Tentu akan membebani bahan bakar minyak," ujar Selo.
Disinggung berapa kerugian yang diterpa pihaknya akibat pembatasan operasi truk di tol, Selo mengaku pihaknya belum menghitung total kerugian tersebut.
Polda Metro Jaya mengusulkan pembatasan jam operasi truk dilanjutkan. Turunnya angka kecelakaan sebesar 49 persen menjadi alasan utama Polda Metro Jaya dalam usulan yang akan diajukan dalam rapat evaluasi pembatasan jam operasi bersama Kementerian Perekonomian, Kementerian PU, Kemenhub, Jasa Marga, Organda, Ditlantas Polda Metro dan Pemprov DKI Jakarta, yang digelar sore ini.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Tomex Kurniawan menyebutkan, dalam dua puluh hari masa percobaan, dari biasanya ada 49 kali kecelakaan, turun menjadi 21 kasus.
Untuk korban meninggal, dalam rentan waktu tersebut, hanya terdapat 5 orang. Dibandingkan dengan waktu sebelum masa uji coba, 17 korban tewas.
(ahy/anw)











































