Juni-Juli, Waspadai Angin-Petir
Selasa, 22 Jun 2004 03:03 WIB
Palu - Setelah beberapa bulan lalu terjadi musim hujan, kini giliran angin kencang akan berkecamuk selama bulan Juni-Juli di Lembah Palu dan sekitarnya.Ini merupakan fenomena dari peralihan hujan ke kemarau yang perlu diwaspadai. Saat itu angin kencang bersama awan yang tinggi dan besar (comulusnimbus) akan muncul. Angin kencang kerap disertai petir.Peringatan itu diungkapkan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bandara Mutiara Palu, Girwanto, Senin (21/6/2004)."Terjadinya comulusnimbus itu hampir merata di semua tempat. Bukan hanya di Lembah Palu, tapi juga di kawasan lain. Meskipun angin kencang itu sifatnya hanya sesaat, tapi bisa merusak karena adanya angin downdraf. Yakni posisi angin dari atas yang cukup tinggi, lalu turun ke bawah dan tiba-tiba menyebar walau dalam radius kecil," tuturnya.Menurut dia, kecepatan angin peralihan ini bisa mencapai 30 knot atau sekitar 50 km/jam. Hembusannya biasanya datang tiba-tiba, hanya memakan waktu 5-10 menit dan terputus-putus. Waktu terjadinya, antara pukul 14.00-17.00."Itu akan berbahaya kalau kondisi perumahan penduduk kurang kuat. Angin itu bisa merusak, meski tidak merobohkan. Yang juga harus diwaspadai, angin tersebut bisa mematahkan dahan-dahan pohon," ujar Girwanto.Dia berharap, meski itu adalah kejadian biasa, masyarakat tetap harus waspada. Sebab jika ada awan menggumpal pada musim peralihan ini, selain mengakibatkan angin kencang, juga akan dibarengi petir dan hujan deras lokal. Khusus suhu udara, maksimal antara 34-35 derajat Celsius."Agar tidak terjadi masalah, sebaiknya di sekitar rumah penduduk apabila ada pohon yang cukup tinggi, terutama yang memiliki dahan yang keropos, sebaiknya dipangkas atau ditebang. Sebab kalau dibiarkan, bisa saja pohon itu tumbang atau patah menimpa rumah atau bangunan lainnya," saran Girwanto.
(sss/)











































