Di Kala Artis Debat Soal Capres

Di Kala Artis Debat Soal Capres

- detikNews
Selasa, 22 Jun 2004 01:27 WIB
Jakarta - Apa jadinya kalau artis bicara soal capres jagoannya? Ada yang serius, ada yang asal, dan lucu-lucuan. Pokoknya lebih seru ketimbang debat capres.Acara 'Debat artis pendukung capres 2004' digelar di Kafe Taman Semanggi Jakarta pukul 21.00-22.00 WIB, Senin (21/6/2004). Sekitar 100 orang hadir dalam acara yang dipandu Imam B Prasodjo itu.Bak acara kuis 'Siapa Berani', acara dimulai dengan yel-yel dari artis pendukung capres. Suasana cukup riuh rendah dengan gelak tawa.Artis pendukung Wiranto adalah Gusti Randa dan Teges Prita menggantikan Nurul Arifin yang sedang ke luar kota. Pendukung Megawati adalah Gugun Gondrong dan Deden menggantikan Marissa Haque yang sedang sakit.Kemudian pendukung Amien Rais adalah Wanda Hamidah dan Franky Sahilatua menggantikan Dede Yusuf. Lalu pendukung SBY adalah Angelina Sondakh dan Adjie Massaid. Sedangkan pendukung Hamzah Haz adalah Dorce Gamalama menggantikan Emilia Contessa dan Jelly Tobing.Usai meneriakkan yel-yel, acara dilanjutkan dengan lontaran sejumlah pertanyaan yang diajukan Imam. Gugun dan Dorce saling berteriak dulu-duluan ingin menjawab. Kocaknya, jawaban Gugun yang terlalu naif kerap mengocok perut hadirin.Alasan memilih capres menjadi pertanyaan pertama. Wanda dan Franky menjawab karena Amien jujur. Gusti Randa dan Teges menjawab Wiranto bisa membawa ketentraman pasca kekacauan 1998. Sedangkan Angelina dan Adjie menjawab SBY sosok yang mencintai Indonesia.Jawaban terkesa cuek diberikan Dorce. "Jujur saja saya pilih karena ada Pak Agumnya, tidak kenal dengan Hamzah. Saya pilih karena Pak Agum ganteng," katanya sambil mengedipkan mata disambut tawa hadirin.Sedangkan Gugun menjawab seadanya. "Saya pilih Mega karena Mega sudah terbukti," ujarnya. Terbukti apa? tanya Imam. "Wah, saking banyaknya saya lupa mau nyebutin apa," kata Gugun sekenanya.Bagaimana soal pengangguran pada masa pemerintah Mega? tanya Imam. Kali ini disahut Deden. "Ah, dari jaman jebot pengangguran juga sudah banyak," tukas Deden enteng.Pertanyaan pun beralih soal korupsi. Bagaimana kalau capres terbukti korupsi? Lucunya, kebanyakan artis malah menerangkan bagaimana komitmen capres memberantas korupsi.Dorce bahkan berceramah. "Manusia di mana-mana nggak ada yang sempurna. Korupsi itu tergantung nurani orangnya," ujarnya. Sedangkan Gugun menilai korupsi itu sudah budaya.Trus gimana dong? tanya Imam. "Ya udah, disosialisasikan saja arti korupsi itu apa. Makan duit rakyat," tukas Gugun. Sedangkan Wanda memberi jawaban spesifik. "Kalau Pak Amien korupsi, saya akan menarik dukungan," tegasnya.Siapa sih Hasyim Muzadi? tanya Imam. "Ketua PBNU," sahut Gugun lugas. Hadirin pun tertawa karena Hasyim yang semula menjabat ketua umum PBNU sudah menyatakan mundur. Apalagi, maksud pertanyaan Imam bukanlah jabatan Hasyim.Maksudnya reputasinya Hasyim? ujar Imam memperjelas pertanyaannya. "Jujur saja saya nggak tahu," kata Gugun polos. Hadirin pun tergelak menyoraki Gugun. "Pak Hasyim itu kuat hati, dan hati nuraninya bersih," lanjut Gugun.Acara kemudian di-break. Gugun yang disoraki terus oleh hadirin langsung angkat bicara. "Tujuh kali tujuh sama dengan 49. Setuju tidak setuju, yang penting penampilan," kata Gugun cuek dan langsung mendapat sorakan Hhuuuu.Pertanyaan soal kekayaan capres tercetus dalam sesi debat selanjutnya. Gugun lag-lagi memberikan jawaban sekenanya. "Mega wajar kaya, karena dia itu bussiness woman. Yang harus dipertanyakan itu Wiranto. Kok bisa kayanya segitu banyak, padahal kerjanya cuma militer," katanya.Merasa disindir, Teges angkat bicara. "Itu karena harta tak bergerak yang dibeli Wiranto tahun 70-an. Sekarang nilainya menjulang," belanya.Jika Wiranto dan Mega berdebat, apa yang akan terjadi? tanya Imam. Gusti Randa pun buru-buru menjawab. "Menurut saya, Mega tidak akan datang," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin pendukung Wiranto.Acara di-break lagi. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Dorce meneriakkan seloroh kepada pendukung Wiranto. "Wirantonya satu, warungnya banyak," candanya.Kemudian acara dilanjutkan dengan bersama-sama bernyanyi 'Padamu Negeri'. Para artis yang semula berdebat, kini saling berangkulan dan berpeluuukan bak teletubbies.Menurut rencana, acara tersebut akan ditayangkan SCTV. Namun waktunya masih tentatif. Usai acara, Imam dipertanyakan soal efektivitas dan manfaat acara debat artis pendukung capres karena terkesan hanya lucu-lucuan."Nggak pa-pa lah. Ada segi positifnya meski ada kekurangan di sana-sini. Setidaknya bisa menunjukkan politik tidak seserius itu. Seperti terjadi di masyarakat yang lebih dramatis, misalnya cap darah," kata Imam.Jadi, ini baru dagelan politik. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads