“Mimbar bebas ini sebagai bagian dari konsolidasi gerakan melawan rezim. Banyak aktivis yang masuk angin dirangkul pemerintah dengan recehan. Tetapi dia lupa tiap hari muncul aktivis baru yang bebas dari receh dan mau memikirkan kelaparan nasib rakyat,“ kata penggagas mimbar bebas, Effendi Salman, dalam mimbar bebas di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jl Cikini Raya, Jumat (10/6/2011).
Mimbar bebas dilakukan tiap Selasa dan Jumat. Di masing-masing hari menggotong isu yang tengah ramai dibicarakan, mulai dari isu korupsi, NII, politik pencitraan, kemiskinan, konspirasi intelijen hingga sejarah politik bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Foto-foto ini menunjukan krisis kepemimpinan, para pemimpin yang gagal mengelola negara. Kegagalan itu melahirkan juga politisi di DPR, hakim di lembaga peradilan yang menggadaikan keadilan,“ tandas Effendi Salman menunjuk foto puluhan pahlawan nasional yang dipajang di acara mimbas bebas tersebut.
Meski semua pengisi mimbar bernada keras dan nyinyir, tidak ada satupun petugas polisi berseragam yang terlihat layaknya mengamankan sebuah aksi damai ataupun demonstrasi. Pun demikian, menurut para aktivis, sebagian yang hadir di perhelatan itu merupakan anggota keamanan negara tidak berseragam.
“Sudah tahulah kita. Siapa yang kawan dan siapa yang mengawasi kita,“ celetuk seorang aktivis kepada detikcom.
(Ari/lh)











































