Tersangka Teror Bom di Bank Mandiri Ditangkap

Tersangka Teror Bom di Bank Mandiri Ditangkap

- detikNews
Senin, 21 Jun 2004 23:01 WIB
Palu - Tim gabungan Polda Sulawesi Tengah dan Polresta Palu menangkap seseorang berinsial AMS (38) yang diduga sebagai pelaku teror bom di 3 kantor cabang Bank Mandiri di Palu, Sulawesi Tengah.Hal itu dibenarkan Kapolda Sulteng Brigadir Jenderal Polisi Taufik Ridha saat dihubungi wartawan, Senin (21/6/2004). Menurut Kapolda, AMS ditangkap pada Sabtu 19 Juni 2004, berdasarkan hasil pelacakan tempat pembelian nomor kartu Simpati dan sesuai keterangan sejumlah saksi di Palu."Aparat gabungan berhasil menangkap AMS di rumahnya jalan Tanjung Satu Palu Selatan. Kami menangkapnya karena setelah dilacak nomor kartu Simpati yang digunakan untuk meneror ke HP kepala cabang Bank Mandiri Palu, ternyata itu milik AMS," kata Kapolda.Kapolda juga menjelaskan, saat ini AMS sedang diamankan di tahanan Polda Sulteng dan sedang dimintai keterangan oleh tim penyidik. Hasil pemeriksaan terhadap AMS belum dapat dipublikasikan karena masih dalam pengembangan.Tapi yang pasti, menurut mantan Kapolwil Bogor ini, AMS diancam dengan Pasal 6 Undang-undang Terorisme, karena telah meresahkan banyak orang.Sumber detikcom menyebutkan, dari HP milik AMS yang disita untuk dijadikan barang bukti, banyak berisi SMS yang berisikan tentang seruan jihad kepada rekan-rekannya. Oleh karena itu, semua isi SMS tersebut akan dipelajari dan didalami lagi untuk pengembangan penyidikan.Pada Jumat 18 Juni 2004, Kepala Cabang Bank Mandiri Palu Kusna Sutisna menerima ancaman bom melalui SMS. Isinya, pukul 10.30 WITA, kantor cabang utama Bank Mandiri di jalan Samratulangi Palu Timur, dan 2 kantor cabang lainnya, yaitu di jalan Hasanuddin Palu Timur dan jalan Imam Bonjol Palu Barat akan diledakkan.SMS tersebut dikirim pukul 02.50 WITA dan baru diterima oleh Kusna Sutisna pada pukul 06.00 WITA setelah dia mengaktifkan teleponnya.Namun, setelah dilakukan penyisiran oleh tim Jihandak Polda Sulteng di 3 kantor cabang Bank Mandiri tersebut, ternyata tidak ada bom seperti ancaman itu. (sss/)



Berita Terkait