Mengapa Nunun Pilih Kamboja Sebagai Tempat 'Sembunyi'?

Mengapa Nunun Pilih Kamboja Sebagai Tempat 'Sembunyi'?

- detikNews
Jumat, 10 Jun 2011 16:16 WIB
Mengapa Nunun Pilih Kamboja Sebagai Tempat Sembunyi?
Jakarta - Kamboja belum memiliki sistem keamanan imigrasi yang cukup baik. Tak ada mekanisme Border Control Management (BCM) di negeri mungil tersebut. Mungkinkah ini alasan tersangka kasus suap, Nunun Nurbaeti pergi ke Kamboja?

Pelaksana Harian Dirjen Imigrasi Muhammad Indra menjelaskan, Kamboja adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang belum memiliki BCM. Negara lainnya seperti Laos dan Vietnam juga masih sama.

"Selama dia masih megang paspor dan selama negara yang didatangi memberikan visa, mana kita tahu," kata Indra di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (10/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu, Kamboja juga tidak memiliki kebijakan identifikasi paspor yang berlaku di negara-negara lain. "Hampir di seluruh negara di dunia kecuali Kamboja, kalau masuk itu diambil sidik jari. Di kita sempat macet, di Thailand sudah melakukan itu. Jadi kalau pertama kali datang, diambil sidik jari dan muka," jelasnya.

Tujuan pemeriksaan di atas, kata Indra, untuk mencegah adanya pemalsuan paspor atau penggunaan paspor milik orang lain yang wajahnya mirip. Hal ini pernah dituduhkan oleh mantan menteri perindustrian Fahmi Idris kepada Nunun. Saat itu, Nunun dikhawatirkan menggunakan paspor keponakannya yang berwajah hampir mirip. Belakangan imigrasi membantah kemungkinan itu.

Selain itu, Indra juga meminta pengertian pada masyarakat bahwa istilah 'pencabutan' paspor Nunun belum sepenuhnya dilakukan. Perintah penarikan memang sudah ada, namun karena Nunun belum berhasil ditemukan, maka pencabutan paspor secara fisik belum bisa dieksekusi.

"Sebenarnya sampai hari ini paspornya masih dipegang, itu poinnya dan bisa digunakan kalau negara itu belum menerima red notice atau surat dari KBRI kita," tegasnya.

"Jadi kalau sampai saat ini dia masih megang pasor, belum pegang SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor)," imbuhnya.

(mad/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads