"Dari awal, Demokrat tak pernah menjamin akan mendatangkan Nazaruddin ke Indonesia, meski tim penjemput telah mendapatkan komitmen Nazaruddin akan kembali ke Indonesia," ujar anggota Dewan Pembina PD, Ahmad Mubarok.
Hal ini disampaikan Mubarok menjawab pertanyaan wartawan terkait pulangnya Nazaruddin ke Indonesia. Mubarok menyampaikan hal itu saat dihubungi wartawan, Jumat (10/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demokrat hanya berkewajiban memberikan dorongan moral agar Nazaruddin kembali. Tapi soal eksekusinya, ini kembali ke aparat penegak hukum," tuturnya.
Mubarok sendiri sudah mendapat kepastian dari Nazaruddin. Sekalipun masih tak jelas juga, Nazaruddin akan pulang kalau kesehatannya sudah pulih.
"Saya hari ini tidak mendapat kabar soal kepulangan Nazarudin. Kemarin saya berkomunikasi dengan Nazaruddin melalui SMS. Dia mengatakan bahwa dia akan pulang setelah pengobatannya selesai. Saat ini dia masih menunggu hasil pemeriksaan terapinya. Saya belum tahu kapan terapinya selesai," terang Mubarok.
Namun agaknya Nazaruddin sulit pulang ke Indonesia. Komunikasi dengan elit PD saja tak selancar dulu lagi.
"Memang dia pilih-pilih dalam melakukan komunikasi," jelasnya.
Jadi, apakah Nazaruddin akan menetap di Singapura dan tak kan pernah pulang ke Indonesia? "Saya tidak tahu kepastiannya," jawab Wakil Ketua Fraksi PD DPR, Sutan Bathoegana.
Sumber detikcom di internal PD menuturkan Nazaruddin tengah tinggal di rumah dan apartemennya di Singapura. Ia tinggal bersama anak dan istrinya. Salah seorang elit PD bahkan mendengar Nazaruddin sempat berpamitan tidak akan pulang lagi ke Indonesia ke Wakil Ketua Dewan Pembina PD, Marzuki Alie.
(van/mok)











































