Menurut juru bicara KPK Johan Budi, jika Nazaruddin memang benar tidak datang tentunya KPK akan melakukan pemanggilan ulang.
"Belum ada (konfirmasi). Kalau nggak datang tentunya kita akan panggil lagi," ujar Johan Budi kepada detikcom, Jumat (10/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku empat hari yang lalu baru berkomunikasi dengan dia dan minta dia kembali, aku bilang alangkah baiknya sebelum ada surat pemanggilan kau kembali. Dan dia bilang, nanti Bang kalau sudah ada surat keterangan sehat dari dokter aku kembali. Ya kita nggak bisa maksa karena kita bukan KPK yang bisa memanggil paksa," cerita Ruhut.
"Tapi kita tetap minta dia pulang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," imbuhnya.
Saat dihubungi terpisah, anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok, juga mengaku belum menerima kabar tentang kepulangan Nazaruddin dari Singapura.
"Kita belum cek, kita nggak tanya-tanya," ujar anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok.
Mubarok tidak mengetahui pasti kondisi kesehatan Nazaruddin terakhir seperti apa. Menurutnya, bila yang bersangkutan sudah dinyatakan sehat oleh dokter, pasti akan segera kembali ke Tanah Air.
Ia menambahkan, kalaupun Nazaruddin tidak hadir pada pemanggilan hari ini, tentunya Nazaruddin masih memiliki kesempatan hadir saat pemanggilan berikutnya. "Kalau nggak datang besok, kan, bisa dipanggil lagi," kata Mubarok.
Politisi Demokrat lainnya, seperti Sutan Bathoegana, Ketua FPD DPR Jafar Hafsah, dan Wakil Sekjen Saan Mustofa, ponselnya tidak aktif. Sedangkan Sekretaris Dewan Kehormatan PD, Amir Syamsuddin, saat dihubungi mengaku sedang berada di luar negeri.
Pekan lalu pendiri PD, SBY, memerintahkan jajarannya menjemput Nazaruddin di Singapura. Tapi anak buah SBY gagal melaksanakan instruksi tersebut.
(lia/nrl)











































