Akankah Nazaruddin memenuhi panggilan KPK? Hingga menjelang subuh ini, Jumat (10/6/2011), belum ada tanda-tanda yang menunjukkan Nazaruddin dan istrinya berada di Indonesia. Nazaruddin pergi di Singapura dengan alasan berobat sejak 23 Mei 2011 lalu, sehari sebelum ia dicegah oleh Kementerian Hukum dan HAM.
Sebelumnya, anggota Komisi VII tersebut pernah sesumbar bahwa sebagai warga negara yang baik dirinya akan patuh terhadap penegakan hukum. Ia pun bernah bicara akan pulang ke Indonesia jika sudah dipanggil resmi oleh KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan surat pemanggilan KPK telah dikirim pada Selasa (7/6), lalu. Tapi faktanya, belum ada kabar Nazaruddin meninggalkan negeri singa. Setelah gagal mengajaknya pulang, rekan-rekan Nazaruddin di PD pun kini tak tahu-menahu.
"Kita belum cek, kita nggak tanya-tanya," ujar Anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (9/6/2011).
Mubarok juga tidak mengetahui pasti kondisi kesehatan Nazaruddin terakhir seperti apa. Menurutnya, bila yang bersangkutan sudah dinyatakan sehat oleh dokter, pasti akan segera kembali ke tanah air.
Ia menambahkan, kalau pun Nazaruddin tidak hadir pada pemanggilan hari ini, tentunya Nazaruddin masih memiliki kesempatan hadir saat pemanggilan berikutnya. "Kalau nggak datang besok, kan, bisa dipanggil lagi," kata Mubarok.
Seperti diketahui, KPK sudah mengirim panggilan terhadap Nazaruddin dalam dua kasus dugaan korupsi. Pertama, kasus kasus dugaan korupsi di proyek Ditjen PPMTK Kemendiknas senilai Rp 142 miliar.
Β
Berbarengan dengan itu, KPK juga memanggil Neneng terkait penyidikan kasus dalam kasus dugaan suap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kemenakertrans.
Nazaruddin juga dipanggil KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada Senin (13/6), pekan depan. Surat panggilan dilayangkan Kamis (9/6), kemarin.
Apakah Nazaruddin akan memenuhi panggilan KPK?
(lia/irw)











































